Kanal24, Malang – Di tengah badai ketidakpastian global yang kian menguat, perekonomian Indonesia justru menunjukkan sinyal ketahanan yang tidak bisa dianggap remeh. Mulai dari konflik geopolitik, lonjakan harga energi, hingga tekanan pasar keuangan global, semuanya menjadi ujian serius bagi stabilitas ekonomi nasional.
Tekanan eksternal tersebut terutama dipicu oleh ketegangan geopolitik dunia yang berdampak langsung pada harga energi dan arus modal. Kondisi ini mendorong inflasi serta melemahkan nilai tukar rupiah, yang pada akhirnya berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca juga:
BBM Nonsubsidi Naik Dorong Peralihan Kendaraan Listrik
Sejumlah proyeksi menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi sedikit melambat dibanding tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan diperkirakan berada di bawah target pemerintah, seiring meningkatnya tekanan global dan sikap hati-hati pelaku pasar.
Meski demikian, Indonesia tidak sepenuhnya berada dalam posisi rentan. Sejumlah indikator menunjukkan fondasi ekonomi domestik masih cukup kuat. Konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan fiskal dan moneter yang adaptif menjadi penopang utama agar ekonomi tetap tumbuh stabil di kisaran 5 persen.
Selain itu, inflasi yang relatif terkendali dan kinerja perdagangan yang tetap positif turut memperkuat daya tahan ekonomi nasional. Pemerintah juga terus mendorong hilirisasi industri dan transformasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah.
Namun, tantangan belum sepenuhnya usai. Ketergantungan terhadap komoditas global, volatilitas harga energi, hingga potensi fragmentasi perdagangan dunia masih menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi. Di sisi lain, daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya juga menjadi faktor yang bisa menghambat pertumbuhan dari dalam negeri.
Situasi ini menuntut respons kebijakan yang tidak hanya cepat, tetapi juga terkoordinasi. Pemerintah dan otoritas moneter perlu menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan, sekaligus memastikan ekonomi domestik tetap mampu menyerap guncangan global.
Di tengah tekanan yang tak ringan, satu hal menjadi jelas: ekonomi Indonesia memang tidak kebal dari gejolak global, tetapi sejauh ini masih cukup tangguh untuk bertahan dan terus melaju. (nid)














