Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Dunia Bergejolak, B57+ Jadi Jalur Baru Bisnis Global

Einid Shandy by Einid Shandy
April 24, 2026
in Ekonomi
0
Dunia Bergejolak, B57+ Jadi Jalur Baru Bisnis Global

HomeBisnis B57+ Asia Pacific Bisa Jadi Opsi Hubungan Bisnis Lintas Negara di Tengah Gejolak Geopolitik B57+ Asia Pacific Chapter dengan Indonesia sebagai titik penting, merupakan platform kerja sama bisnis yang relevan di tengah ketidakpastian geopolitik global Immanuel Christian Oleh Immanuel Christian Diterbitkan 23 April 2026, 20:44 WIB Share Copy Link Batalkan Chairman B57+ Asia Pasifik Arsjad Rasjid saat Halalbihalal B57+ di Masjid Istiqlal, Rabu (22/4/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian) Perbesar Chairman B57+ Asia Pasifik Arsjad Rasjid saat Halalbihalal B57+ di Masjid Istiqlal, Rabu (22/4/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian) Tanya apapun tentang artikel Cari Paling sering ditanyakan Apa tujuan utama B57+ Asia Pacific? Mengapa Indonesia terpilih sebagai pusat koordinasi B57+ Asia Pacific? Apa saja prioritas konkret yang ditetapkan B57+ Asia Pacific Chapter? Baca artikel ini 5x lebih cepat Liputan6.com, Jakarta - Tekanan geopolitik yang terjadi di sejumlah negara, utamanya di Timur Tengah, berpotensi menghambat jalur distribusi dan hubungan bisnis. Kehadiran B57+ Asia Pacific dianggap menjadi alternatif mitigasi risiko melalui kolaborasi lintas sektor. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan, diperlukan kejelasan mengenai strategi jangka pendek maupun menengah, baik di sektor publik maupun privat. Hal ini penting agar pelaku usaha memiliki gambaran konkret terkait peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan. BACA JUGA: Chairman B57+: Ekonomi Halal Bukan Sekadar Pangan ”Dengan mengedepankan kerja sama yang saling menguntungkan tanpa intervensi kepentingan politik atau agama, aktivitas bisnis diharapkan dapat berjalan lebih stabil,” katanya di sela Halal Bihalal B57+ di Jakarta, kemarin. Menurut Liza, B57+ Asia Pacific Chapter dengan Indonesia sebagai titik penting, merupakan platform kerja sama bisnis yang relevan di tengah ketidakpastian geopolitik global saat ini. Langkah strategis ini mampu memperkuat kerja sama bisnis antarnegara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan Indonesia sebagai aktor kunci. “Kehadiran platform ini berpotensi menjadi solusi dalam meredam dampak ketegangan geopolitik global, melalui kolaborasi yang netral dan berorientasi pada keuntungan bersama maka stabilitas ekonomi dapat tetap terjaga,” ujarnya. Ketua Umum B57+ Asia Pacific Arsjad Rasjid mengatakan, di saat dunia sedang penuh ketidakpastian dan semakin terfregmentasi, kehadiran B57+ Asia Pacific Regional Chapter pada Februari 2026, merupakan wujud nyata mencapai tujuan bersama yakni perdamaian dan kesejahteraan yang merata. ”Sebagai mitra strategis, B57+ Asia Pacific Regional Chapter berperan dalam mendorong perdagangan antar mitra organisasi kerjasama Islam melalui structured business networks, penguatan investasi lintas negara, serta merumuskan kebijakan yang konkrit dengan menjembatani prioritas sektor swasta dan agenda strategis pemerintah,” jelas Arsjad. Terpilihnya Indonesia sebagai pusat koordinasi kawasan Asia Pasifik berdasarkan dua faktor yakni faktor demografis dengan populasi Muslim terbesar di dunia, serta pengaruh ekonomi, di mana Indonesia konsisten di posisi tiga besar dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI). Adapun empat prioritas konkret yang ditetapkan dalam Chapter ini antara lain: ketahanan rantai pasok lintas batas, reformasi regulasi berbasis bukti, perluasan peran keuangan syariah, serta akses pasar dan permodalan yang lebih luas Konsep Ekonomi Halal Chairman B57+ Asia Pasifik Arsjad Rasjid saat Halalbihalal B57+ di Masjid Istiqlal, Rabu (22/4/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian) Perbesar Chairman B57+ Asia Pasifik Arsjad Rasjid saat Halalbihalal B57+ di Masjid Istiqlal, Rabu (22/4/2026).

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Gejolak geopolitik global yang terus memanas mulai dari konflik kawasan hingga ketegangan distribusi energi, kini jadi ancaman serius bagi kelancaran bisnis lintas negara. Jalur perdagangan terganggu, rantai pasok tersendat, dan pelaku usaha dipaksa mencari strategi baru agar tetap bertahan.

Di tengah situasi itu, kehadiran B57+ Asia Pacific disebut sebagai opsi segar untuk menjaga konektivitas bisnis global. Platform ini didorong menjadi jembatan kerja sama lintas negara yang lebih stabil, tanpa dibebani kepentingan politik maupun agama.

Pengamat pasar menilai, kolaborasi seperti ini penting agar pelaku usaha punya arah jelas dalam menyusun strategi jangka pendek hingga menengah. Tanpa peta jalan yang konkret, peluang kerja sama lintas negara bisa sulit dimanfaatkan secara maksimal.

Baca juga:
Intip Strategi Dana Abadi UB, ITS Siap Rombak Tata Kelola

B57+ Asia Pacific menempatkan Indonesia sebagai titik kunci. Selain faktor demografi sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, posisi ekonomi Indonesia juga dinilai strategis dalam ekosistem ekonomi syariah global.

Lewat platform ini, kerja sama antarnegara—khususnya dalam lingkup negara-negara mayoritas Muslim—didorong semakin kuat. Fokusnya bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata seperti penguatan jaringan bisnis terstruktur, peningkatan investasi lintas negara, hingga penyelarasan kebijakan antara pemerintah dan sektor swasta.

Ada empat prioritas utama yang jadi fondasi: memperkuat ketahanan rantai pasok global, reformasi regulasi berbasis data, memperluas peran keuangan syariah, serta membuka akses pasar dan permodalan lebih luas.

Tak hanya itu, B57+ juga membawa konsep ekonomi halal ke level baru. Kini, halal tak lagi identik dengan makanan, tetapi telah menjelma menjadi standar global berbasis kepercayaan, kualitas, dan integritas—mulai dari fesyen, kesehatan, hingga logistik dan keuangan.

Meski potensinya besar, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah lemahnya konektivitas antarnegara yang selama ini membuat peluang ekonomi belum tergarap optimal. Di sinilah B57+ diharapkan menjadi penghubung yang mampu mengubah potensi menjadi kekuatan nyata.

Dengan pendekatan kolaboratif dan netral, platform ini diyakini bisa menjadi “rem darurat” bagi dampak konflik global—sekaligus membuka jalan baru bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi lintas negara. (nid)

Post Views: 48
Tags: bisnis internasionalEkonomi globalEkonomi SyariahGeopolitikindonesia ekonomiInvestasiKANAL24kanal24.co.idrantai pasokuniversitas brawijaya
Previous Post

UTBK UB 2026 Bikin Tegang! Peserta Mengaku Soal Sulit, Namun Berharap Tetap Lolos

Next Post

Omzet Naik Belum Tentu Untung, Generasi Djempolan Bongkar Faktanya

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Omzet Naik Belum Tentu Untung, Generasi Djempolan Bongkar Faktanya

Omzet Naik Belum Tentu Untung, Generasi Djempolan Bongkar Faktanya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Disorot Dunia! Indonesia Peringkat Dua Tahan Guncangan Energi

Disorot Dunia! Indonesia Peringkat Dua Tahan Guncangan Energi

April 24, 2026
Omzet Naik Belum Tentu Untung, Generasi Djempolan Bongkar Faktanya

Omzet Naik Belum Tentu Untung, Generasi Djempolan Bongkar Faktanya

April 24, 2026
Dunia Bergejolak, B57+ Jadi Jalur Baru Bisnis Global

Dunia Bergejolak, B57+ Jadi Jalur Baru Bisnis Global

April 24, 2026
UTBK UB 2026 Bikin Tegang! Peserta Mengaku Soal Sulit, Namun Berharap Tetap Lolos

UTBK UB 2026 Bikin Tegang! Peserta Mengaku Soal Sulit, Namun Berharap Tetap Lolos

April 23, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025