Kanal24, Malang – Kabar yang ditunggu ribuan pencinta alam akhirnya datang. Jalur pendakian Gunung Semeru resmi kembali dibuka mulai 24 April 2026 setelah sempat ditutup berbulan-bulan akibat faktor keselamatan dan aktivitas vulkanik. Pembukaan ini menjadi angin segar bagi para pendaki yang sudah lama menanti bisa kembali menapaki jalur legendaris gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Meski begitu, pendakian belum dibuka penuh hingga puncak Mahameru. Otoritas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih membatasi perjalanan hanya sampai kawasan Ranu Kumbolo. Langkah ini dilakukan demi menjaga keamanan pengunjung mengingat aktivitas Gunung Semeru masih fluktuatif dan beberapa kali tercatat mengalami erupsi sepanjang April 2026.
Pihak TNBTS menegaskan pembukaan jalur dilakukan setelah melalui evaluasi lintas instansi dan pemantauan kondisi lapangan. Selain pembatasan area, jumlah pendaki juga dibatasi maksimal 200 orang per hari dengan durasi pendakian dua hari satu malam. Seluruh proses pemesanan tiket diwajibkan secara daring paling lambat H-2 sebelum keberangkatan.
Tak hanya itu, aturan pendakian kini diperketat. Setiap pendaki wajib mematuhi SOP terbaru, masuk melalui jalur resmi Ranu Pani, membawa dokumen administrasi lengkap, serta didampingi pemandu lokal untuk mengantisipasi adanya pendaki yang nekat menerobos menuju puncak Mahameru yang masih steril dari aktivitas wisata.
Pembukaan kembali Semeru jelas menjadi momentum kebangkitan wisata alam Jawa Timur. Ranu Kumbolo yang selama ini menjadi magnet utama diprediksi kembali dipadati pendaki yang ingin menikmati savana, danau cantik, hingga sunrise ikonik di ketinggian. Namun para pencinta gunung diingatkan, romantisme Semeru kali ini tetap harus dibarengi kewaspadaan tinggi karena alam belum sepenuhnya bersahabat.
Semeru memang membuka pintu, tetapi keselamatan tetap jadi puncak tertinggi yang wajib ditaklukkan. (nid)














