Kanal24, Jakarta – Dunia perbankan nasional dikejutkan dengan masuknya nama besar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, ke jajaran elite PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar Selasa (28/4), Susi resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen.
Masuknya sosok Susi menjadi perhatian luas publik. Selama ini ia dikenal sebagai figur vokal, berani, dan memiliki gaya kepemimpinan yang tak biasa. Penunjukan ini dinilai menjadi langkah serius Bank BJB untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap bank daerah tersebut.
Baca juga:
Disorot Dunia! Indonesia Peringkat Dua Tahan Guncangan Energi
Tak hanya melakukan pergantian di kursi komisaris, pemegang saham juga menetapkan Ayi Subarna sebagai Direktur Utama baru. Pergantian dua posisi penting ini menandai babak baru Bank BJB dalam menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin ketat, mulai dari persaingan digital banking, kredit konsumtif, hingga penetrasi pinjaman online.
Menariknya, Susi langsung membawa misi yang cukup mencolok usai menerima jabatan tersebut. Ia ingin Bank BJB lebih aktif masuk ke sektor pembiayaan masyarakat kecil dan pelaku UMKM agar tidak terus bergantung pada pinjaman online berbunga tinggi. Menurutnya, bank daerah harus hadir memberikan solusi permodalan yang lebih sehat, aman, dan berpihak pada rakyat kecil.
Langkah ini dinilai sejalan dengan kebutuhan Jawa Barat yang memiliki jutaan pelaku usaha mikro dan sektor informal yang masih membutuhkan akses kredit mudah namun tidak mencekik. Jika strategi tersebut berjalan, Bank BJB berpotensi menjadi motor pembiayaan kerakyatan sekaligus memperluas pangsa pasar kredit produktif.
Di sisi lain, Bank BJB juga tetap menunjukkan performa finansial yang solid dengan pembagian dividen jumbo kepada pemegang saham. Namun sorotan kini tertuju bukan hanya pada laba, melainkan pada sejauh mana sentuhan kepemimpinan baru mampu mengubah wajah bank daerah ini menjadi lebih agresif, bersih, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. (nid)














