Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi internasional melalui kolaborasi riset lintas disiplin. Hal ini disampaikan dalam Kuliah Umum bertajuk “From Global Burden of Disease (GBD) to Impact: Kolaborasi Akademik UB – BRIN” yang digelar di Auditorium Lt.10 GPB Fakultas Kedokteran UB, Rabu (29/4/2026).
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi upaya UB dalam mendorong dosen untuk meningkatkan kolaborasi riset internasional agar mampu menembus jurnal bereputasi tinggi. “Ya, jadi ini kegiatan kita yang dirancang untuk mensosialisasikan bagaimana dosen-dosen UB bisa berkolaborasi dengan partner dari luar sehingga bisa publish di jurnal-jurnal bereputasi yang sitasinya sangat tinggi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa riset GBD membutuhkan pendekatan multidisipliner yang kuat.
Baca Juga :
UB Tembus THE Asia 2026, Masuk 601–800 di Tengah Persaingan Ketat

Ia juga menjelaskan bahwa UB telah menyiapkan berbagai skema pendukung untuk memperkuat ekosistem riset dan publikasi. “UB telah menyiapkan banyak skema riset, publikasi, dan kegiatan-kegiatan kolaborasi lintas disiplin baik yang dikelola oleh Wakil Rektor Bidang Riset inovasi maupun kegiatan yang melibatkan peneliti asing, dosen asing, profesor asing dalam pembelajaran sekaligus kolaborasi riset,” jelasnya.
Ketua Panitia, dr. Yhusi Karina Riskawati, M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan pemeringkatan UB melalui publikasi internasional. “Jadi latar belakangnya adalah kita perlu untuk mendongkrak pemeringkatan kita ya di UB ini melalui publikasi,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi GBD membuka peluang pemanfaatan data global yang dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi seperti The Lancet.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap awal untuk menjaring calon kolaborator lintas fakultas. “Sekarang adalah tahap pertama kita memberikan wawasan awal… nanti kita akan menjaring peminat yang menjadi kolaborator dari berbagai bidang juga untuk dilakukan pelatihan intensif sekitar 20 sampai 50 orang,” ujarnya. Program ini diharapkan melahirkan kolaborator yang mampu menghasilkan publikasi internasional berkualitas.
Melalui kegiatan ini, UB menargetkan peningkatan signifikan dalam publikasi ilmiah serta penguatan posisi pada pemeringkatan global. Universitas juga terus melakukan peningkatan berkelanjutan, termasuk pencapaian peringkat 601–800 Times Higher Education Asia, sebagai langkah menuju target masuk Top 500 dunia. (ger)














