Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Universitas Brawijaya Jadi Kunci Percepatan Ekosistem Halal Nasional

Einid Shandy by Einid Shandy
May 6, 2026
in Ekonomi
0
Universitas Brawijaya Jadi Kunci Percepatan Ekosistem Halal Nasional

INDONESIA HALAL ECOSYSTEM SUMMIT & HALAL METRIC AWARDS 2026 (Yordan/Kanal24)

34
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Penguatan ekosistem halal nasional kini memasuki fase yang jauh lebih strategis. Tidak lagi berhenti pada urusan labelisasi produk semata, halal telah berkembang menjadi instrumen penting dalam daya saing industri, perlindungan konsumen, hingga diplomasi ekonomi global. Di tengah meningkatnya permintaan pasar halal dunia yang nilainya mencapai triliunan dolar, Indonesia dituntut bergerak cepat agar tidak hanya menjadi konsumen terbesar, tetapi juga produsen dan pusat rujukan halal internasional.

Kesadaran inilah yang mendorong lahirnya kolaborasi besar antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri dalam INDONESIA HALAL ECOSYSTEM SUMMIT & HALAL METRIC AWARDS 2026 yang digelar di Auditorium Algoritma FILKOM Universitas Brawijaya (UB), Selasa (05/05/2026). Forum nasional ini menjadi momentum penting untuk mempercepat integrasi riset, laboratorium halal, kebijakan sertifikasi, hingga digitalisasi layanan halal nasional. Dipilihnya Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah menegaskan posisi kampus ini sebagai salah satu simpul utama pengembangan ekosistem halal berbasis akademik di Indonesia.

Baca Juga:
Dari Gambia, Mahasiswa ini Datang ke UB Membawa Harapan untuk Pangan Negaranya

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan Baras (Yordan/Kanal24)

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan Baras, menegaskan bahwa pengembangan halal saat ini bukan lagi sekadar menjawab kebutuhan umat Muslim, melainkan telah menjadi standar kualitas global yang diterima lintas negara dan lintas konsumen.

“Halal sudah menjadi kebutuhan dunia. Halal now for all, not for Muslim only, halal for everybody,” ujarnya.

Menurut Haikal, perubahan paradigma tersebut membuat konsep halal kini memiliki makna yang jauh lebih luas. Jika sebelumnya halal identik dengan aspek keagamaan, kini halal telah menjadi representasi kualitas, keamanan, higienitas, dan akuntabilitas produk. Karena itu, negara-negara dengan industri pangan, kosmetik, farmasi, hingga pariwisata berlomba menjadikan sertifikasi halal sebagai instrumen peningkatan kepercayaan pasar.

Ia menjelaskan, terdapat tiga prinsip utama dalam sistem halal modern yang saat ini terus dibangun pemerintah, yakni transparansi, ketertelusuran, dan kepercayaan. Ketiga prinsip itu dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun loyalitas konsumen di tengah pasar global yang semakin kritis terhadap mutu produk.

“Halal sekarang itu menjadi sebuah value added, pertambahan nilai yang betul-betul berharga dan bermutu tinggi,” jelasnya.

Dalam paparannya, Haikal juga membeberkan target ambisius pemerintah dalam percepatan sertifikasi halal nasional. Dari total sasaran 24 juta produk makanan dan minuman, hingga saat ini telah tercapai sekitar 12,9 juta produk bersertifikat halal. Angka tersebut menunjukkan progres signifikan, namun pemerintah menilai masih dibutuhkan lompatan besar agar target nasional dapat tercapai tepat waktu.

Untuk mempercepat capaian tersebut, BPJPH menyiapkan empat strategi utama yang kini mulai dijalankan secara simultan. Strategi pertama adalah penguatan regulasi melalui usulan kebijakan baru yang telah diajukan kepada DPR RI Komisi VIII. Kedua, memperluas kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Ketiga, masif melakukan sosialisasi halal sebagai kebutuhan universal. Dan keempat, mempercepat digitalisasi proses sertifikasi dengan pemanfaatan teknologi artificial intelligence.

“Dalam percepatan tersebut, BPJPH menjalin kolaborasi dengan sembilan kementerian, yakni Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Agama, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Pertanian. Selain itu juga melibatkan tiga badan, yaitu Badan Pangan, Badan Gizi, dan Badan POM, serta kerja sama dengan Polri dan dukungan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Haikal menilai, tanpa keterlibatan multipihak, percepatan ekosistem halal nasional sulit diwujudkan. Sebab persoalan halal bukan hanya berkaitan dengan fatwa, tetapi menyentuh rantai produksi, laboratorium uji, distribusi, edukasi pelaku usaha, hingga pengawasan pasar.

Dalam konteks inilah, perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat vital. Universitas tidak hanya menjadi pusat kajian akademik, tetapi juga berfungsi sebagai penyedia laboratorium, lembaga pemeriksa halal, pusat inovasi produk, hingga penghasil sumber daya manusia yang memahami sistem jaminan halal secara komprehensif.

Haikal secara khusus menyebut Universitas Brawijaya sebagai salah satu kampus yang telah mengambil peran strategis dalam rantai besar tersebut. Menurutnya, UB tidak hanya menyediakan ruang diskusi, tetapi juga menjadi penghubung antara kebutuhan industri, riset akademik, dan implementasi kebijakan halal nasional.

“Universitas terlibat sebagai lembaga pemeriksa halal karena laboratorium-laboratoriumnya ada di universitas, termasuk di Universitas Brawijaya,” tegasnya.

Keberadaan forum ini sekaligus menandai bahwa pengembangan halal nasional kini tidak bisa dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan integrasi antara riset kampus, keberpihakan regulasi, kesiapan industri, serta dukungan teknologi agar Indonesia mampu merebut posisi strategis di pasar halal dunia.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya unggul dalam jumlah produk bersertifikat, tetapi juga mampu menjadi pusat ekosistem halal terbesar di dunia pada 2027. Target itu mencakup penguatan laboratorium halal, standardisasi nasional, peningkatan jumlah auditor, digitalisasi sertifikasi, hingga lahirnya inovasi produk halal bernilai ekspor tinggi yang berbasis perguruan tinggi dan industri. Universitas Brawijaya pun diposisikan sebagai salah satu motor penting dalam akselerasi agenda nasional tersebut. (wan)

Post Views: 256
Tags: awanBPJPHekonomi halalEkosistem Halalhalal globalindustri halalIntegrasikanal24.co.idKolaborasi NasionalMalangRiset dan InovasiSertifikasi Halaluniversitas brawijaya
Previous Post

Pembekalan Awardee LPDP oleh TNI Picu Polemik

Next Post

UB Perkuat Kolaborasi Riset Internasional Dongkrak Publikasi Bereputasi

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
UB Perkuat Kolaborasi Riset Internasional Dongkrak Publikasi Bereputasi

UB Perkuat Kolaborasi Riset Internasional Dongkrak Publikasi Bereputasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Jalan Kaki dan Manusia Modern yang Makin Jarang Bergerak

Jalan Kaki dan Manusia Modern yang Makin Jarang Bergerak

May 12, 2026
Mahasiswa PDIM FEB UM Pelajari Strategi UMKM Ekspor di Giri Palma

Mahasiswa PDIM FEB UM Pelajari Strategi UMKM Ekspor di Giri Palma

May 12, 2026
Taka Connect Dorong Kolaborasi Startup dan Ekosistem Bisnis Digital

Taka Connect Dorong Kolaborasi Startup dan Ekosistem Bisnis Digital

May 12, 2026
Indonesia Tidak Kekurangan Perawat, Tapi Kekurangan Pemerataan

Indonesia Tidak Kekurangan Perawat, Tapi Kekurangan Pemerataan

May 12, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025