Kanal24, Malang – DIKST menggelar Innovation Gathering Bridging Research and Industry di Ruang Sidang Lantai 7 Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTAB UB), Senin (04/05/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjembatani hasil riset kampus dengan kebutuhan industri agar inovasi tidak berhenti di level akademik.
Dalam forum tersebut, DIKST menghadirkan pelaku industri untuk berbagi wawasan sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan akademisi. Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., menyebut kegiatan ini relevan dengan pengembangan inovasi di kampus, khususnya di sektor minuman.
Baca juga:
DPR Soroti Minimnya Dana Pendidikan, UB Dorong Reformasi Tata Kelola

“Untuk kegiatan hari ini itu adalah innovation gathering, kita mengundang CEO dari Tutu… untuk sharing khususnya industri beverage atau minuman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak inovasi di lingkungan kampus yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk komersial. Hal ini terutama terlihat pada inovasi berbasis bahan lokal seperti umbi dan rimpang yang dapat diolah menjadi berbagai produk minuman.
“Ini sangat sesuai sekali dengan inovator-inovator di FTP UB karena banyak sekali inovasi yang kita kembangkan khususnya untuk bidang beverage,” jelasnya.
Sejumlah produk hasil penelitian bahkan telah dikenal di masyarakat, seperti kombucha serta produk kosmetik berbahan alami yang sempat menjadi perhatian publik. Namun demikian, proses hilirisasi masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan inovasi kampus.
“Kita sedang mendorong bagaimana kolaborasi antara akademisi dan juga industri, karena kalau akademisi bergerak sendiri cukup berat, keahlian kita bukan di situ,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, DIKST mendorong terciptanya sinergi antara dunia akademik dan industri guna mempercepat transformasi riset menjadi produk yang bernilai ekonomi. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi mampu menjawab kebutuhan pasar.
DIKST berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara kampus dan industri, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan industri berbasis riset di Indonesia. (cay)














