Kanal24, Malang – Bagaimana cara UMKM bisa menembus pasar luar negeri dan bertahan di tengah tantangan bisnis saat ini? Pertanyaan itu coba dijawab mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM) melalui kegiatan Company Visit Program Doktoral Ilmu Manajemen Angkatan 2024 FEB UM di Giri Palma Furniture Store, Kota Malang, Selasa (12/05/2026). Kegiatan yang menjadi bagian implementasi mata kuliah Internasionalisasi UMKM tersebut mengajak peserta melihat langsung strategi bisnis, proses ekspor, hingga tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam memperluas pasar ke luar negeri.
Baca Juga:
Inabuyer 2026 Buka Jalan UMKM Masuk Program Strategis Pemerintah
Pengampu Mata Kuliah Internasionalisasi UMKM, Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si., menjelaskan bahwa kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami proses internasionalisasi UMKM secara langsung. Sebelum mengunjungi Giri Palma, mahasiswa juga melakukan kunjungan ke Bea Cukai guna memahami regulasi ekspor-impor dan keterlibatan pemerintah dalam mendukung pelaku usaha.

“Mahasiswa yang kita ajak ke sini ini adalah mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen FEB Universitas Negeri Malang. Mereka ke sini merupakan implementasi mata kuliah internasionalisasi UMKM,” ujar Prof. Sudarmiatin.
Menurutnya, Giri Palma dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena memiliki pengalaman ekspor hingga Papua Nugini. Dari kunjungan ini, mahasiswa diharapkan memahami bagaimana proses ekspor dilakukan, mulai dari kesiapan usaha, birokrasi, hingga tantangan yang dihadapi pelaku UMKM saat memperluas pasar ke luar negeri.
“Harapannya nanti mahasiswa dapat menyampaikan kepada UMKM di sekitarnya bagaimana cara melakukan ekspor,” katanya. Ia menambahkan, jumlah UMKM di Indonesia yang sangat besar perlu diimbangi peningkatan kontribusi terhadap perekonomian melalui penguatan kapasitas usaha dan perluasan pasar.
Sementara itu, Owner Giri Palma, Made Raji Mahendra, S.E., menyambut positif kunjungan rombongan PDIM FEB UM. Menurutnya, kehadiran mahasiswa doktoral dan praktisi menjadi ruang diskusi yang memberikan banyak perspektif baru, terutama dalam menghadapi tantangan bisnis di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Dalam diskusi tersebut, salah satu poin yang dibahas adalah strategi menjaga keberlanjutan ekspor, termasuk sistem pembayaran dan pola bisnis yang perlu disesuaikan dengan perkembangan pasar. Made berharap kunjungan seperti ini dapat terus berlanjut dan membuka peluang kerja sama baru ke depannya.
Tak hanya berbagi pengalaman bisnis, Made juga menekankan pentingnya mentalitas dalam membangun usaha. Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini membuat calon pengusaha harus memiliki daya tahan dan kesiapan menghadapi berbagai kondisi.
“Salah satu hal yang harus diperbaiki adalah mental untuk menjadi seorang pengusaha. Karena dalam kondisi sekarang, menjadi pengusaha itu tidak mudah. Jadi kita harus mempunyai mental yang kuat dan bisa survive di kondisi seperti ini,” tegasnya.
Peserta company visit sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H. Abdulloh, S.Sos., M.E., menilai pembelajaran lapangan seperti ini penting karena mampu mempertemukan teori dengan kondisi nyata di dunia usaha. Menurutnya, pemahaman akademik akan lebih maksimal jika dipadukan dengan pengalaman langsung di lapangan.

“Jadi mengimplementasikan teori yang kita padukan dengan praktik di lapangan, apakah sesuai atau tidak. Karena kebanyakan kita belajar teori tanpa praktik, maka hasilnya tidak maksimal,” jelas Abdulloh.
Sebagai bagian dari rangkaian Company Visit, kunjungan ke Giri Palma diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran akademik, tetapi juga membuka wawasan mahasiswa terhadap tantangan nyata dunia usaha, khususnya UMKM berbasis ekspor. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu memahami strategi pengembangan bisnis sekaligus menjadi jembatan pemberdayaan UMKM agar lebih siap bersaing di pasar internasional. (wan)














