Kanal24, Malang – Pemerintah terus memperkuat peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional melalui ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung SMESCO Jakarta pada 5–7 Mei 2026 itu menjadi ruang strategis bagi UMKM untuk terhubung langsung dengan kementerian, lembaga negara, BUMN, hingga sektor swasta.
Ajang tersebut membuka peluang besar bagi UMKM agar dapat terlibat dalam berbagai program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Rumah Rakyat, hingga Sekolah Rakyat. Melalui forum business matching dan kemitraan usaha, pelaku UMKM didorong masuk ke rantai pasok nasional dan pengadaan barang serta jasa pemerintah.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menegaskan bahwa inovasi produk, kualitas usaha, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar menjadi faktor utama agar UMKM mampu naik kelas dan menjalin kerja sama berkelanjutan dengan berbagai pihak.
Menurutnya, penguatan sinergi antara UMKM, pemerintah, dan sektor swasta menjadi langkah penting untuk memperluas akses pasar domestik sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Inabuyer 2026 juga menjadi momentum memperkuat penggunaan produk dalam negeri melalui pengadaan pemerintah. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat implementasi kebijakan peningkatan penggunaan produk lokal dan optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Selain menghadirkan pameran produk unggulan UMKM, acara ini juga menyediakan fasilitas konsultasi bisnis, akses pembiayaan, diskusi panel, hingga penandatanganan nota kesepahaman dan kontrak kerja sama antara supplier dan buyer.
Pemerintah menilai keterlibatan UMKM dalam pengadaan barang dan jasa negara memiliki dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi nasional. Karena itu, kolaborasi lintas sektor terus diperluas agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjadi pemain utama dalam rantai pasok industri nasional.
Tahun ini, Inabuyer B2B2G Expo 2026 ditargetkan mencatat potensi transaksi hingga Rp2,2 triliun. Target tersebut meningkat dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang menghasilkan transaksi sekitar Rp2,1 triliun. (nid)














