Kanal24, Malang – Kampus sering dipenuhi diskusi tentang pembangunan, riset, dan masa depan. Namun di sekitar lingkungan kampus, masih ada warga yang berhadapan dengan persoalan sehari-hari seperti kesehatan keluarga, ketahanan pangan, hingga kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Hal itu yang ingin dijembatani Universitas Brawijaya (UB) melalui program Kampung Lingkar Kampus (KLK). Lewat kegiatan Sosialisasi Ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) untuk Penguatan Program Kampung Lingkar Kampus di Ruang Jamuan Lantai 6 Rektorat UB, Selasa (12/5/2026), UB mencoba memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat sekitar agar program pembangunan berkelanjutan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar terasa manfaatnya di lingkungan warga sekitar kampus.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara civitas akademika UB dengan pemerintah kelurahan di sekitar kampus untuk memperkuat implementasi pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat. Forum tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi capaian program sekaligus menyusun strategi keberlanjutan KLK di masa mendatang.
Baca juga:
UB Fasilitasi Senam Lansia Berkebaya, 1.000 Peserta Program KLK Rayakan Kartini

Penanggung jawab KLK, Dr. Mofit Jamroni, menyebut bahwa program ini merupakan bagian dari prioritas universitas dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat sekitar kampus.
“Program Kampung Lingkar Kampus ini termasuk program prioritas Universitas Brawijaya. Dari kegiatan ini kita berharap ada sinergi, kekompakan, kolaborasi, dan dampak yang terjalin antara institusi UB dengan masyarakat sekitar kampus,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan Ketawang Gede dipilih sebagai lokasi pengembangan awal karena memiliki kedekatan sosial dan geografis dengan lingkungan kampus. Melalui program tersebut, UB ingin membangun relasi yang lebih terbuka dan kolaboratif dengan masyarakat.
“Kita berharap KLK ini menjadi program dan gerakan. Harapannya tembok antara UB dengan warga Ketawang Gede hanya sekadar fisik, tetapi tetap ada ruang untuk sinergi,” tambahnya.

Fokus pada Empat Indikator SDGs Prioritas
Dalam implementasinya, UB memfokuskan program KLK pada empat indikator utama SDGs, yakni pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi.
“Dari 17 indikator, ada empat poin yang kita dorong, yaitu SDG nomor 1, 2, 3, dan 8,” jelas Mofit.
Dosen Departemen Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian UB, Novia Lusiana, menegaskan bahwa KLK merupakan bagian penting dari ekosistem keberlanjutan kampus yang selama ini terus dikembangkan UB.
“Program KLK ini dibuat untuk memastikan bahwa universitas berkontribusi besar terhadap SDGs,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa penguatan program keberlanjutan di UB juga didukung oleh keberadaan pusat SDGs serta inisiatif UB Green Campus yang selama ini berjalan aktif di lingkungan universitas.
Berdasarkan evaluasi internasional, UB disebut memiliki kontribusi besar pada sektor kesehatan dalam implementasi SDGs. Hal tersebut membuat indikator kesehatan menjadi salah satu fokus utama kampus.
“Kalau kita lihat yang paling besar kontribusinya memang SDGs 3,” ujarnya.
Novia juga mendorong keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan pencapaian SDGs.
“Mahasiswa memiliki banyak pilihan kegiatan untuk berkontribusi langsung dalam pencapaian SDGs,” tuturnya.
Pemerintah Kelurahan Sambut Positif Program KLK
Dukungan terhadap program Kampung Lingkar Kampus juga datang dari pemerintah kelurahan di sekitar kampus UB. Lurah Ketawang Gede, Raden Agung Harjaya Buana, menilai program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat komunikasi antara akademisi dan masyarakat.
“Program KLK ini merupakan terobosan luar biasa, di mana komunikasi dan sinergi antara akademisi UB dengan masyarakat menjadi lebih kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Sumbersari, Handono, berharap program KLK dapat memberikan dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya pada sektor kesehatan.
“Kami berharap UB bisa membantu di posyandu, khususnya untuk menurunkan stunting,” katanya.
Ia berharap program tersebut dapat dijalankan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat sekitar kampus.
Dengan penguatan program Kampung Lingkar Kampus, UB menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi dan juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.(Qrn/Nid/Din)













