Kanal24, Malang – Kebutuhan akan pengalaman kerja nyata bagi mahasiswa semakin penting di tengah tuntutan dunia profesional yang semakin kompetitif. Tidak hanya memahami teori di ruang kelas, mahasiswa juga dituntut mampu mengimplementasikan ilmu yang dipelajari secara langsung di lapangan. Hal inilah yang menjadi latar belakang pelaksanaan program magang mahasiswa Departemen Psikologi Universitas Brawijaya di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto sebagai upaya membangun kompetensi sekaligus kesiapan kerja mahasiswa sejak dini.
Program bertajuk Implementasi Teori dalam Dunia Kerja melalui Magang di BNN Kota Mojokerto tersebut berlangsung selama Februari hingga Mei 2026 di kantor BNN Kota Mojokerto. Kegiatan diikuti mahasiswa semester 6 Departemen Psikologi Universitas Brawijaya dengan sistem konversi setara 24 SKS. Selama program berlangsung, mahasiswa menjalani jam kerja Senin hingga Kamis pukul 07.30–16.00 WIB dan Jumat pukul 07.30–16.30 WIB.
Baca juga:
UNESCO Soroti Ketimpangan Gender di Sektor Air, Suara Perempuan Dinilai Masih Minim

Mahasiswa peminatan Psikologi Klinis turut membantu operasional harian Tim Rehabilitasi BNN Kota Mojokerto. Aktivitas yang dilakukan meliputi penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba (SKHPN), observasi proses konseling, hingga pengolahan data administrasi dan asesmen klien.
Reina Marchi Rinjani, salah satu mahasiswa magang, menyebut pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja profesional, khususnya dalam bidang rehabilitasi dan pelayanan publik.
“Program magang ini membuat kami tidak hanya memahami teori dari perkuliahan, tetapi juga belajar bagaimana menerapkannya secara langsung dalam dunia kerja,” ujar Reina.
Mahasiswa Belajar Adaptasi dan Keterampilan Profesional
Selama menjalani magang, mahasiswa juga dituntut menguasai berbagai keterampilan pendukung seperti penggunaan Microsoft Excel, Google Docs, hingga Canva. Kemampuan tersebut digunakan untuk membantu pekerjaan administrasi, membuat dashboard rekapitulasi data harian maupun bulanan, serta menyusun presentasi kegiatan.
Selain hard skill, program ini juga menjadi sarana pengembangan soft skill mahasiswa. Kemampuan komunikasi profesional, berpikir analitis, serta pengambilan keputusan secara mandiri menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran selama magang berlangsung.
“Selama berada di BNN Kota Mojokerto, kami belajar bagaimana berkomunikasi secara profesional dengan staf maupun klien, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis,” kata Reina.
Mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan asesmen berupa wawancara dan observasi klien untuk mendukung sejumlah proyek rehabilitasi yang dijalankan oleh Tim Rehabilitasi BNN Kota Mojokerto.
Ikut Membaur dengan Budaya Kerja BNN Kota Mojokerto
Tak hanya fokus pada pekerjaan teknis, mahasiswa magang juga diajak memahami budaya kerja yang diterapkan di lingkungan BNN Kota Mojokerto. Salah satunya melalui kegiatan apel pagi bersama seluruh staf dan pimpinan yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin.
Selain itu, terdapat pula program SELARAS (Selasa Lingkungan Asri dan Rapi) yang digelar setiap satu bulan sekali sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kerja. Mahasiswa magang juga mengikuti kegiatan Yuk Sri (Yuk Sodaqoh karo Yasinan) yang dilaksanakan setiap Kamis bersama seluruh pegawai.
Menurut Reina, keterlibatan dalam berbagai kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru mengenai pentingnya kerja sama tim dan budaya kerja positif dalam sebuah institusi.
“Kami merasa diterima dengan baik di lingkungan kerja BNN Kota Mojokerto karena tidak hanya dilibatkan dalam pekerjaan, tetapi juga dalam kegiatan kebersamaan dan budaya kerja instansi,” ungkapnya.
Program Magang Jadi Jembatan Dunia Kampus dan Profesional
Program magang ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara dunia akademik dan dunia profesional. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa dapat memahami tantangan kerja sesungguhnya sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi dunia karier setelah lulus.
Di sisi lain, keberadaan mahasiswa magang juga membantu institusi dalam mendukung pencapaian target kinerja, khususnya pada bidang rehabilitasi dan administrasi pelayanan.
Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pemerintah seperti BNN Kota Mojokerto, proses pembelajaran mahasiswa diharapkan menjadi lebih aplikatif, relevan, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (nid)













