Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

UNESCO Soroti Ketimpangan Gender di Sektor Air, Suara Perempuan Dinilai Masih Minim

Dinia by Dinia
May 12, 2026
in Pendidikan
0
UNESCO Soroti Ketimpangan Gender di Sektor Air, Suara Perempuan Dinilai Masih Minim

Perwakilan UNESCO Regional Office Jakarta, Dr. Engin Koncagul (Dinia/Kanal24)

3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Di balik krisis air global yang semakin mengkhawatirkan, UNESCO menyoroti persoalan lain yang selama ini kerap luput dari perhatian: ketimpangan gender dalam pengelolaan sumber daya air. Perempuan disebut menjadi kelompok yang paling dekat dengan urusan air dalam kehidupan sehari-hari, namun justru masih minim dilibatkan dalam pengambilan keputusan di level strategis.

Isu tersebut mengemuka dalam rangkaian World Water Week 2026 dan Guest Lecture bertajuk Water for All People: Science, Policy, and Inclusive Action di Universitas Brawijaya (UB), Senin (11/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan perwakilan UNESCO Regional Office Jakarta, Dr. Engin Koncagul, yang menyoroti pentingnya kesetaraan gender dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sektor air.

Menurut Engin, persoalan tersebut menjadi perhatian utama dalam United Nations World Water Development Report 2026 yang tahun ini mengangkat fokus tentang gender dan pengelolaan air.

“Setengah populasi dunia adalah perempuan. Tetapi ketika berbicara tentang pengelolaan sumber daya air dan pengambilan keputusan di level tinggi, kita masih melihat ketimpangan gender yang besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, data global menunjukkan hanya sekitar 25 persen tenaga kerja di sektor air berasal dari perempuan. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, perempuan justru menjadi pihak yang paling sering terlibat dalam pengelolaan air di tingkat rumah tangga.

“Perempuan bertanggung jawab mengambil air, mengelola air di rumah tangga, tetapi ketika masuk pada pengambilan keputusan, suara mereka sering tidak terdengar,” katanya.

Menurut Engin, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan air tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga menyangkut keadilan sosial dan partisipasi kelompok rentan dalam pembangunan.

Krisis Air dan Ketimpangan Gender

UNESCO menilai ketimpangan partisipasi perempuan di sektor air dapat berdampak langsung terhadap keberhasilan pembangunan berkelanjutan dunia. Engin menegaskan bahwa target pembangunan berkelanjutan atau SDGs akan sulit tercapai apabila kesetaraan gender masih diabaikan dalam tata kelola sumber daya air.

“Selama tidak ada kesetaraan gender dalam partisipasi, pengelolaan, dan investasi di sektor air, maka pembangunan berkelanjutan mungkin tidak akan pernah menjadi kenyataan,” tegasnya.

Ia menilai perempuan sebenarnya memiliki pengalaman dan perspektif penting dalam pengelolaan air karena mereka berhadapan langsung dengan kebutuhan air sehari-hari. Karena itu, keterlibatan perempuan dalam kebijakan dinilai perlu diperkuat.

Di banyak negara berkembang, persoalan akses air bersih juga masih berkaitan erat dengan beban sosial perempuan dan anak perempuan. Mereka menjadi kelompok yang paling terdampak ketika akses air sulit dijangkau atau kualitas lingkungan menurun.

Indonesia Dinilai Jadi Role Model

Meski demikian, UNESCO melihat Indonesia memiliki perkembangan positif dalam pelibatan perempuan dan generasi muda di sektor pengelolaan sumber daya air.

Menurut Engin, Indonesia menjadi salah satu negara yang dinilai cukup aktif mendorong keterlibatan perempuan, anak muda, serta institusi pendidikan dalam isu keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan air.

“Indonesia adalah salah satu role model dalam pengelolaan sumber daya air, keterlibatan perempuan dan anak muda dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Kolaborasi UNESCO bersama Universitas Brawijaya dan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO tahun ini disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kondisi tersebut melalui pendidikan, riset, dan penguatan kesadaran lingkungan.

UNESCO juga mengapresiasi langkah UB yang mengambil inisiatif menerjemahkan laporan global World Water Development Report 2026 ke dalam Bahasa Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas pemahaman publik terhadap isu keberlanjutan air dan kesetaraan gender.

Bagi UNESCO, persoalan air di masa depan tidak lagi cukup diselesaikan melalui pendekatan teknis semata. Dibutuhkan keterlibatan sosial yang lebih inklusif agar kebijakan lingkungan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara luas.(Din)

Post Views: 79
Tags: gender dan airKANAL24Kesetaraan Genderkrisis airlingkungan hidupPembangunan Berkelanjutanpengelolaan airPerempuanSDGsUNESCOunesco jakartauniversitas brawijayaworld water week
Previous Post

Harga BBM Terbaru Mei 2026, Cek Daftar Lengkapnya

Next Post

BGN Wajibkan SPPG Tambah Penerima MBG, Ibu Hamil dan Balita

Dinia

Dinia

Next Post
BGN Wajibkan SPPG Tambah Penerima MBG, Ibu Hamil dan Balita

BGN Wajibkan SPPG Tambah Penerima MBG, Ibu Hamil dan Balita

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Jalan Kaki dan Manusia Modern yang Makin Jarang Bergerak

Jalan Kaki dan Manusia Modern yang Makin Jarang Bergerak

May 12, 2026
Mahasiswa PDIM FEB UM Pelajari Strategi UMKM Ekspor di Giri Palma

Mahasiswa PDIM FEB UM Pelajari Strategi UMKM Ekspor di Giri Palma

May 12, 2026
Taka Connect Dorong Kolaborasi Startup dan Ekosistem Bisnis Digital

Taka Connect Dorong Kolaborasi Startup dan Ekosistem Bisnis Digital

May 12, 2026
Indonesia Tidak Kekurangan Perawat, Tapi Kekurangan Pemerataan

Indonesia Tidak Kekurangan Perawat, Tapi Kekurangan Pemerataan

May 12, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025