Kanal24, Malang – Di tengah budaya serba instan dan obsesi mengejar kesuksesan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., mengingatkan pentingnya kembali menguatkan hubungan spiritual dengan Tuhan. Menurutnya, doa, sedekah, dan istigfar bukan sekadar ibadah rutin, tetapi kunci yang dapat membuka berbagai kemudahan hidup, mulai dari rezeki hingga jalan keluar atas persoalan yang dihadapi.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Brian saat mengisi kajian subuh di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya, Malang, memasuki bulan Zulhijah. Kajian ini dihadiri pimpinan Universitas Brawijaya, mahasiswa, hingga jamaah umum yang memadati masjid sejak dini hari.
Baca Juga:
Indonesia Tidak Kekurangan Perawat, Tapi Kekurangan Pemerataan
Dalam tausiahnya, Prof. Brian mengajak umat Islam memanfaatkan 10 hari pertama Zulhijah sebagai momentum memperbanyak amal saleh. Ia menilai periode tersebut merupakan waktu istimewa untuk memperkuat ibadah, memperbanyak doa, istigfar, dan sedekah agar menjadi hamba yang dicintai Allah SWT.
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada 10 hari ini,” ujar Prof. Brian mengutip hadis Rasulullah SAW. Ia menjelaskan, keutamaan 10 hari pertama Zulhijah bahkan disebut melampaui amalan besar lainnya, kecuali jihad dengan pengorbanan jiwa dan harta di jalan Allah.
Selain membahas keutamaan Zulhijah, Prof. Brian juga menyoroti pentingnya salat subuh berjamaah di masjid. Menurutnya, salat subuh menjadi salah satu indikator kualitas keimanan seorang muslim karena memiliki ganjaran yang sangat besar.
“Salat subuh di masjid adalah sebuah kemewahan karena ganjarannya sangat besar,” katanya. Ia bahkan mengibaratkan jika pahala ibadah dapat terlihat seperti transfer uang ke rekening, maka masjid akan penuh setiap waktu subuh.
Dalam kajian tersebut, Prof. Brian turut mengaitkan nilai spiritual dengan mimpi besar generasi muda. Nama Jensen Huang disebut sebagai simbol kesuksesan modern yang banyak dikagumi anak muda. Namun, ia menegaskan bahwa kesuksesan sejati harus dibarengi kedekatan kepada Allah melalui doa, sedekah, dan istigfar.
Ia juga mencontohkan Abdurrahman bin Auf sebagai sosok yang sukses secara ekonomi sekaligus dikenal dermawan dan taat beribadah.
Tak hanya itu, Prof. Brian juga mengingatkan bahaya riya di era media sosial. Menurutnya, ibadah seharusnya menjadi hubungan personal antara manusia dengan Tuhan, bukan sarana mencari pengakuan publik.
“Kalau enggak ditanya jangan cerita,” ujarnya sambil menyinggung kebiasaan mengunggah aktivitas ibadah ke media sosial.
Menutup kajiannya, Prof. Brian mengajak jamaah membiasakan doa sejak awal perjuangan hidup dan tidak mudah menyerah terhadap harapan besar. Menurutnya, banyak jalan kemudahan akan terbuka bagi mereka yang terus berikhtiar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Doa itu di awal. Jadi banyak kemudahan jalan-jalan itu akan dibuka,” tuturnya. (ger)














