Kanal24, Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mendorong optimalisasi program RT Berkelas sebagai langkah strategis menyelesaikan persoalan sampah dari tingkat lingkungan warga. Program tersebut dinilai menjadi solusi penting untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu sebelum berakhir di tempat pembuangan akhir.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan setiap RT mendapatkan alokasi bantuan sebesar Rp50 juta yang dapat dimanfaatkan untuk pengadaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah.
Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup ditangani di tingkat hilir apabila pengelolaan di lingkungan masyarakat masih belum optimal. Karena itu, Pemkot Malang meminta warga memanfaatkan program RT Berkelas untuk mendukung fasilitas pengolahan sampah sederhana di wilayah masing-masing.
Baca juga:
Cadangan Beras RI Capai 5,3 Juta Ton, Ketahanan Pangan Kian Kuat
Beberapa RT di Kota Malang disebut telah mengusulkan pembelian bak sampah hingga gerobak pengangkut sampah melalui program tersebut. Langkah itu diyakini dapat mempercepat penanganan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga.
Selain pengadaan fasilitas, Pemkot Malang juga menginstruksikan camat dan lurah untuk aktif turun ke masyarakat guna memberikan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Pemerintah berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat tumbuh sehingga pengelolaan sampah menjadi gerakan bersama di tingkat RT dan RW.
Di sisi lain, Pemkot Malang mengakui penanganan sampah di tingkat hilir masih membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Namun keterbatasan anggaran membuat pengadaan fasilitas dilakukan secara bertahap.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah mulai membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta melalui program corporate social responsibility (CSR), khususnya dalam penyediaan armada pengangkut sampah dan sarana penunjang lainnya.
Program RT Berkelas sendiri merupakan salah satu program unggulan Pemkot Malang yang dirancang untuk memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan lingkungan berbasis kebutuhan wilayah masing-masing. Sebelumnya, program ini juga diarahkan untuk mendukung penanganan banjir hingga penguatan pembangunan berbasis komunitas.














