Kanal24, Malang – Kebijakan baru kembali muncul di industri ojek online Indonesia. Gojek dan Grab dikabarkan mulai menghentikan program hemat berbayar yang selama ini diterapkan kepada mitra driver. Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari penyesuaian kebijakan perusahaan usai munculnya regulasi terbaru terkait potongan aplikasi transportasi online.
Program hemat berbayar sebelumnya menuai pro dan kontra di kalangan driver ojol. Sebagian mitra menilai skema langganan tersebut membantu memperoleh order lebih banyak, namun tidak sedikit pula yang menganggap program itu justru mengurangi pendapatan harian karena adanya biaya tambahan yang harus dibayar driver.
Baca juga:
Utang Pemerintah Hampir Rp10.000 Triliun, Menkeu Tegaskan Rasio Masih Terkendali
Kebijakan penghentian layanan itu disebut mulai berlaku secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir. Perubahan tersebut juga dikaitkan dengan aturan baru pemerintah mengenai batas maksimal potongan aplikasi transportasi online yang kini dibatasi sebesar 8 persen.
Sejumlah komunitas pengemudi online sebelumnya memang telah menyuarakan penolakan terhadap berbagai program berbayar di aplikasi transportasi online. Mereka menilai sistem tersebut membuat penghasilan bersih driver semakin tergerus, terutama di tengah tingginya persaingan dan biaya operasional kendaraan yang terus meningkat.
Di sisi lain, kebijakan penghentian program hemat berbayar diperkirakan dapat mengubah pola persaingan antar driver dalam mendapatkan order. Beberapa pengemudi berharap sistem distribusi order menjadi lebih merata tanpa adanya fitur tambahan berbayar.
Hingga kini, baik Gojek maupun Grab masih terus melakukan penyesuaian layanan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pengguna, perusahaan, dan kesejahteraan mitra driver di lapangan.














