Kanal24, Malang – Hubungan Iran dengan dunia Melayu-Indonesia ternyata telah terjalin jauh sebelum era modern. Jejak pengaruh Persia bahkan disebut telah hadir di Nusantara melalui perdagangan, sastra, spiritualitas, hingga tradisi intelektual Islam yang berkembang selama berabad-abad.
Pembahasan mengenai pengaruh Persia di Indonesia menjadi salah satu topik utama dalam webinar internasional bertajuk “Iran and the Malay-Indonesian World: Historical and Contemporary Relations” yang digelar secara virtual pada Senin (18/05/2026).
Dalam diskusi tersebut, Prof. Maziar Mozaffari Falarti dari Faculty of World Studies University of Tehran menjelaskan bahwa hubungan Iran dengan Asia Tenggara telah berlangsung sejak era pra-Islam.
Baca juga:
Ketegangan AS-Iran Memanas, Selat Hormuz Jadi Titik Kunci Konflik Global
Menurutnya, relasi tersebut berkembang melalui jalur perdagangan, pelayaran, pertukaran pengetahuan, hingga jaringan budaya yang menghubungkan Asia Barat, India, Tiongkok, dan Asia Tenggara.
Ia menyebut para pedagang dan pelaut Persia memiliki kontribusi penting dalam memperkenalkan pengaruh budaya Iran ke kawasan Melayu-Indonesia.
Pengaruh Persia Disebut Masuk ke Sastra dan Tradisi Melayu
Sementara itu, Yusli Effendi, S.IP., MA. memaparkan bahwa pengaruh Persia dapat ditemukan dalam berbagai peninggalan sejarah di Nusantara.
Ia mencontohkan sejarah perdagangan kapur barus atau camphor sejak masa kuno, keberadaan makam Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik, hingga batu nisan di Aceh yang memperlihatkan pengaruh sastra Persia, termasuk puisi karya Sa‘di Shirazi.
Menurutnya, pengaruh Persia juga terlihat dalam perkembangan tasawuf Melayu, termasuk pada karya-karya Hamzah Fansuri yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting sastra dan spiritualitas Melayu.
Melalui metafora perahu dan lautan, karya Hamzah Fansuri disebut memperlihatkan bagaimana imajinasi spiritual Persia berinteraksi dengan budaya Melayu-Nusantara.

Penerjemahan Buku Jadi Jembatan Budaya
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Hossein Bahrami selaku CEO Green Palm Publications menyoroti pentingnya penerjemahan karya sastra, sejarah, dan buku akademik sebagai jembatan pemahaman antarbangsa.
Green Palm Publications disebut aktif menerbitkan berbagai karya yang memperkenalkan sejarah dan peradaban Iran kepada masyarakat Indonesia dan Melayu.
Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas wawasan publik mengenai hubungan historis Iran dan Nusantara yang selama ini jarang dibahas secara luas.
Para pembicara menilai pendekatan budaya dan pendidikan menjadi salah satu cara paling efektif untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Iran di masa depan, sekaligus membangun dialog lintas peradaban yang lebih inklusif. (nid)














