Kanal24, Malang – Potensi ekonomi dari ibadah kurban pada 2026 diperkirakan masih mencapai puluhan triliun rupiah. Namun, riset terbaru menunjukkan adanya perlambatan dibanding tahun sebelumnya seiring tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) memproyeksikan nilai ekonomi kurban nasional tahun 2026 berada di angka Rp26,89 triliun. Angka tersebut turun dibanding realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp27,10 triliun.
Penurunan itu dipicu berkurangnya jumlah rumah tangga pekurban serta perubahan preferensi masyarakat terhadap hewan kurban yang lebih terjangkau.
Baca juga:
Danantara Siapkan DSI Dua Tahap, Bakal Jadi Trader Ekspor Komoditas Strategis
Dalam proyeksi tersebut, jumlah hewan kurban yang diperkirakan disembelih mencapai sekitar 1,59 juta ekor. Jumlah itu terdiri dari sekitar 493 ribu ekor sapi dan lebih dari 1 juta ekor kambing maupun domba. Distribusi daging kurban nasional diperkirakan mencapai 99,29 ribu ton.
Peneliti IDEAS, Tira Mutiara, menjelaskan simulasi dilakukan dengan menghitung kelompok masyarakat Muslim yang memiliki tingkat pengeluaran di atas lima kali garis kemiskinan di masing-masing daerah.
Menurutnya, tren kurban tahun ini menunjukkan masyarakat tetap berupaya menjalankan ibadah, namun lebih berhati-hati dalam menentukan anggaran.
Permintaan terhadap kambing dan domba berbobot kecil disebut mengalami peningkatan karena dianggap lebih sesuai dengan kondisi keuangan masyarakat saat ini. Sementara minat terhadap sapi atau hewan berbobot besar mulai menurun.
IDEAS mencatat jumlah sapi kurban diperkirakan turun sekitar 10 ribu ekor dibanding tahun sebelumnya. Sementara kambing dan domba juga diproyeksikan mengalami penurunan meski tidak sebesar kategori sapi. Dampaknya, distribusi daging kurban nasional ikut berkurang sekitar 1,85 ribu ton.
Perubahan pola konsumsi tersebut dinilai menjadi indikator tekanan ekonomi domestik yang masih dirasakan masyarakat. Kenaikan harga pangan, biaya hidup harian, hingga harga ternak disebut menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam berkurban.
Meski demikian, ibadah kurban tetap dinilai memiliki dampak sosial yang besar karena membantu memperluas akses protein hewani bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terutama menjelang Idul Adha.














