Kanal24, Malang – Perayaan Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pentingnya membangun hubungan harmonis antara kampus dengan lingkungan sekitar, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) memanfaatkan momen tersebut untuk menghadirkan semangat berbagi melalui kegiatan kurban dan pengabdian sosial.
Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan penyembelihan dan distribusi hewan kurban Idul Adha 2026 yang digelar pada Kamis (28/5/2026) di lingkungan FK UB. Dalam kegiatan tersebut, FK UB menyalurkan 5 ekor sapi dan 8 ekor kambing kepada masyarakat sekitar kampus, musala di lingkungan UB, hingga sejumlah panti asuhan.
Baca juga:
Ancaman Digital Anak Meledak, FH UB Bongkar Peran Negara

Kegiatan kurban tahun ini mendapat antusiasme tinggi dari civitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga para mitra kampus. Selain menjadi bentuk ibadah, kegiatan tersebut juga dipandang sebagai upaya mempererat nilai kebersamaan dan empati sosial di lingkungan akademik.
Dekan FK UB, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med, Sp.A(K), mengatakan tingginya partisipasi civitas akademika menunjukkan kuatnya semangat berbagi di lingkungan FK UB.
“Alhamdulillah pada tahun ini panitia Idul Adha FK UB bisa mengumpulkan 5 ekor sapi dan kambing. Respon dari civitas akademika sangat antusias terkait kegiatan kurban tahun ini,” ujarnya.
Menurutnya, Idul Adha menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai kepedulian sosial, terutama di lingkungan pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter kemanusiaan.
“Ini menunjukkan rasa kepedulian kami dan sekaligus berbagi kebahagiaan dengan lingkungan sekitar, termasuk panti asuhan,” tambahnya.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terorganisasi mulai dari proses penyembelihan, pengolahan, hingga distribusi daging kurban. Ketua Panitia Idul Adha FK UB, Agwin Fahmi Fahanani, S.T., M.T., menjelaskan seluruh tahapan dirancang agar berjalan tertib, higienis, dan tepat sasaran.
“Mulai dari penyembelihan, pengulitan, pencacahan, sampai pembagian kepada masyarakat sekitar dan musala di lingkungan UB,” jelas Agwin.
Tidak hanya membagikan daging kurban, FK UB juga menghadirkan kegiatan edukatif bagi anak-anak panti asuhan yang diundang secara khusus ke lingkungan kampus. Mereka diajak mengenal dunia pendidikan dan fasilitas akademik yang dimiliki FK UB melalui kegiatan tur kampus.
“Kami mengajak adik-adik panti asuhan untuk tur kampus, mengenal fasilitas seperti perpustakaan, laboratorium, hingga museum anatomi,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, FK UB berharap anak-anak panti asuhan dapat memperoleh pengalaman baru sekaligus motivasi untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
Sementara itu, proses distribusi daging kurban dilakukan menggunakan sistem drive thru untuk menjaga ketertiban dan efisiensi pembagian. Penerima manfaat terlebih dahulu melakukan proses verifikasi sebelum menerima paket daging kurban.
“Penerima akan melakukan scan dan diverifikasi sebelum menerima daging kurban,” imbuh Agwin.

Sistem tersebut dinilai mampu membantu proses distribusi berjalan lebih tertata sekaligus mengurangi antrean panjang di lokasi pembagian.
Prof. Wisnu berharap kegiatan kurban yang rutin dilaksanakan FK UB ini dapat terus menjadi sarana memperkuat hubungan sosial antara kampus dan masyarakat sekitar. Ia juga berharap nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan dapat terus tumbuh di lingkungan civitas akademika.
“Kami berharap kegiatan ini meningkatkan kebersamaan civitas akademika dan memberikan kebahagiaan bagi masyarakat sekitar,” tuturnya. (qrn)














