Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Cinta Bersemi Kembali di Tanah Suci

Dinia by Dinia
June 1, 2026
in Perspektif
0
Cinta Bersemi Kembali di Tanah Suci

Dr. Akhmad Muwafik Saleh, Pembimbing Ibadah Haji KBIHU UB 2026 (Ist.)

17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Dr. Akhmad Muwafik Saleh*

Apapun dapat terjadi di tanah suci. Di sana tidak hanya semata urusan ibadah ritual seperti shalat, thawaf, sa’i yang sangat sarat nilai spiritualnya. Tanah suci juga mampu menumbuhkan kembali cinta yang mungkin mulai pudar dan menyemikan kembali benih cinta yang telah lama kering.

Ada banyak pengalaman romantis yang dialami oleh para pasangan yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci. Jika saat di tanah air kebersamaan itu jarang didapat karena kesibukan kerja dan aktivitas, maka tanah suci menyediakan kesempatan bagi para pasangan untuk menikmati kebersamaannya. Jika di tanah air pasangan jarang berkomunikasi secara intens, maka tanah suci memberikan ruang kebersamaan untuk saling berbagi cerita. Jika di tanah air tidak cukup waktu untuk berbagi pengalaman dengan pasangan, maka di tanah suci menyediakan waktu untuk berbagi keterbukaan.

Ada banyak kisah romantis yang mewarnai berseminya cinta pasangan ini. Selagi saya berjalan pagi sesaat setelah salat Subuh di hotel tempat kami menginap selama haji, ada teman pasangan suami istri yang menikmati makan berdua di ujung pojok jalan persis di tengah trotoar, di tengah keramaian kendaraan dan lalu lalang jamaah lainnya. Mereka menjauh dari rombongan untuk menikmati kebersamaan mereka berdua. Tentu hal ini tidak mungkin mereka lakukan saat di tanah air. Karena di tanah suci semua menyatu tanpa batas, tidak ada lagi gelar, tidak ada lagi jabatan, tidak ada lagi profesi, yang ada hanya sebagai seorang hamba yang sedang menjadi tamu Ar-Rahman.

Bahkan bagi mereka yang tidak bersama dengan pasangan ke tanah suci, mereka rela berlama-lama menghabiskan berpulsa-pulsa untuk menghubungi pasangannya yang ada jauh di tanah air, bak sepasang kekasih yang menjalin hubungan cinta jarak jauh (Long Distance Relationship) dengan pasangannya.

Ini membuktikan bahwa romantisme tidak selalu butuh restoran mewah; di tengah hiruk-pikuk jutaan manusia, kehadiran pasangan menjadi oase dan “rumah” tempat pulang. Dan tanah suci adalah tempat untuk berpulangnya cinta dan jiwa dari umat manusia yang beriman.

Bahkan beberapa tempat di tanah suci menjejakkan kisah romantisme itu. Jabal Rahmah adalah saksi betapa dua cinta bertemu. Setelah Nabi Adam dan Ibunda Hawa dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi, keduanya terpisah dalam kurun waktu yang sangat lama (ada yang mengatakan 40 tahun, 200, 300 hingga 500 tahun) hingga akhirnya mereka berdua bertemu di Jabal Rahmah. Tempat pertemuan paling romantis yang mempertemukan dua cinta dalam pencarian dan penantian panjang setelah sekian lama berpisah. Yang pada hari ini, ribuan manusia memadatinya saat wukuf di Padang Arafah berharap mendapatkan rahmat kasih sayang dan ampunan dari Allah swt dengan penuh derai air mata.

Bahkan pula, tidak hanya tempat-tempat bersejarah yang menjejakkan romantisme. Di tanah suci Makkah, WC pun menjadi tempat paling romantis yang dapat mempertemukan jiwa-jiwa yang terpisah karena padatnya kerumunan manusia ataupun bagi mereka yang tersesat. Mengapa di tanah suci semuanya menjadi romantis?

Hal ini tidak terlepas dari karunia yang Allah turunkan pada tanah yang dahulunya tandus tak berpenghuni ini yang berawal dari kisah cinta Adam dan Hawa, kisah cinta Ibrahim-Hajar dan anaknya Ismail, serta kisah cinta abadi Rasulullah saw dan Sayyidah Khadijah. Semua ini tidak terlepas dari karunia Allah melalui sifat-Nya yang Maha Kasih lagi Penyayang yang Dia sertakan dalam setiap tindakan manusia (bismillahirrahmanirrahim) hingga mereka yang mendatangi tanah suci.

Mereka yang datang ke tanah suci disebut dengan Dhuyufur Rahman, tamu Allah Yang Maha Pengasih. Artinya kedatangan mereka ke tanah suci adalah murni panggilan kasih sayang Allah. Dan segala apapun yang terjadi di tanah suci juga merupakan bentuk kasih sayang-Nya. Seakan kedatangan kita di tanah suci adalah rumah berpulangnya jiwa yang gersang dan fana oleh kesibukan dunia, kemudian menemukan kesejukan kasih sayang Allah swt. Kesejukan jiwa ini yang kemudian menghentakkan kesadaran batin bahwa apa yang dilakukannya selama ini saat di tanah air telah mengikis rasa kasih sayang itu, ada cinta yang telah pudar karena kejaran duniawi. Dan tanah suci mampu menyuburkannya melalui tangis-tangis kesadaran sehingga perlahan cinta dan kasih sayang itu bersemi kembali.

Inilah alasan mengapa tanah yang gersang dan dipadati jutaan manusia yang lelah ini justru menjadi rahim bagi lahirnya kembali cinta yang baru. Jawabannya ada pada satu kata yaitu kefanaan.

Pasangan yang menjalani ibadah haji bersama (Ist.)

Di tanah air, kita sering kali mencintai pasangan kita dengan banyak “syarat” dan topeng. Kita melihat mereka melalui lensa tuntutan hidup. Sebagai pencari nafkah yang kurang tangguh-lah, sebagai pengelola rumah tangga yang kurang rapi-lah, atau sebagai pasangan yang kurang romantis-lah. Kita disibukkan oleh dekorasi duniawi, status sosial, ego, dan materi, hingga kita lupa melihat esensi jiwa dari orang yang ada di sebelah kita. Namun, di Tanah Suci, Allah melucuti semua dekorasi palsu itu.

Saat kain ihram melekat di tubuh bagi laki-laki, atau pakaian sederhana menutup tubuh bagi wanita, tidak ada lagi perbedaan antara direktur dan kuli, antara si kaya dan si miskin. Kita semua menjelma menjadi musafir yang telanjang di hadapan takdir. Di bawah terik matahari Makkah dan dinginnya malam Madinah, kita melihat pasangan kita dalam bentuknya yang paling rapuh, tanpa riasan wajah, tanpa pakaian mahal, dengan keringat yang bercucuran, dan napas yang terengah-engah menahan lelah. Justru di dalam kerapuhan itulah, keindahan yang sesungguhnya menyeruak.

Ketika kita melihat pasangan kita menangis tersedu-sedu di depan Ka’bah, memohon ampunan Allah atas dosa-dosanya, dinding ego kita seketika runtuh. Kita tersadar bahwa manusia yang selama ini hidup bersama kita di tanah air, yang mungkin sering kita omeli atau kita abaikan, saat ini ia sedang mengetuk pintu langit yang sama dengan kita.

Di sanalah kemudian lahir rasa welas asih (rahmah) yang sesungguhnya. Kita tidak lagi menuntut mereka untuk menjadi sempurna bagi kita, melainkan kita ingin menemani mereka untuk menjadi sempurna di hadapan Allah.

Ketika tangan Anda menggandeng erat tangan pasangan agar tidak terpisah di tengah lautan manusia saat thawaf, itu bukan sekadar gandengan fisik. Itu adalah ikrar bawah sadar yang berbisik, “Aku tidak ingin kehilanganmu, baik di dunia yang padat ini, maupun di akhirat yang abadi nanti.”

Tanah Suci menumbuhkan kembali cinta karena tempat itu memaksa kita untuk “pulang” kepada diri kita yang asli. Dan ketika dua jiwa yang sama-sama telah dibersihkan oleh air mata taubat itu saling bertatapan, mereka tidak lagi melihat pasangan dengan mata kepala, melainkan dengan mata iman. Cinta yang bersemi di sana bukanlah cinta yang berbasis pada nafsu duniawi, melainkan cinta yang lahir karena sama-sama mencintai Sang Pemilik Cinta.

Wahai saudaraku, selamat menikmati cinta yang sedang bersemi untuk kemudian terus dipupuk dan ditumbuhsuburkan di tanah air tercinta… cihuuyyyy… asyeeekkk… Ya Salaam (mimpi indah penulis untuk membawa pasangan ke tanah suci).

*)Dr. Akhmad Muwafik Saleh
Penulis adalah Dosen FISIP UB – Pembimbing Ibadah Haji KBIHU UB 2026 – Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar Malang

Post Views: 64
Tags: cinta di tanah sucicinta karena AllahDr Akhmad Muwafik Salehhaji romantisinspirasi muslimahkbihu universitas brawijayakehidupan rumah tanggakisah jamaah hajiperjalanan spiritualrefleksi haji
Previous Post

Review Buku The Book You Wish Your Parents Had Read, Parenting Anti Toxic

Dinia

Dinia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Cinta Bersemi Kembali di Tanah Suci

Cinta Bersemi Kembali di Tanah Suci

June 1, 2026
Review Buku The Book You Wish Your Parents Had Read, Parenting Anti Toxic

Review Buku The Book You Wish Your Parents Had Read, Parenting Anti Toxic

June 1, 2026
Kenapa Kita Sering Menyalahkan Orang Lain? Ini Penjelasan Psikologisnya

Kenapa Kita Sering Menyalahkan Orang Lain? Ini Penjelasan Psikologisnya

June 1, 2026
Cara Sederhana Dukung Sesama di Tengah Tekanan Ekonomi, Mulai dari Hal Kecil

Mengenal Family Office, Pengelola Kekayaan Keluarga Super Kaya

May 31, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025