Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Thawaf Wada: Garis Finish di Makkah, Garis Start di Kehidupan Nyata

Dinia by Dinia
June 3, 2026
in Perspektif
0
Thawaf Wada: Garis Finish di Makkah, Garis Start di Kehidupan Nyata

Dr. Akhmad Muwafik Saleh, Pembimbing Ibadah Haji KBIHU UB 2026 (Ist.)

24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Dr. Akhmad Muwafik Saleh*

Thawaf wada adalah thawaf perpisahan, yaitu setelah jamaah haji atau umrah melaksanakan serangkaian ibadah di Tanah Suci, semenjak mereka datang, pada saatnya mereka berada di penghujung waktu untuk berpisah dengan Tanah Suci. Thawaf wada adalah bentuk penghormatan tertinggi seorang tamu kepada tuan rumah (Baitullah/Allah SWT). Ketika kita berkunjung ke rumah seseorang, sangat tidak sopan jika kita pergi begitu saja tanpa pamit. Thawaf wada adalah momen “berpamitan” resmi seorang hamba sebelum meninggalkan Tanah Suci. Selayaknya sebagai seorang tamu, saat awal ada sambutan kedatangan dan setelah menikmati hidangan serta jamuan Allah berupa berbagai peristiwa dan kejadian dengan segala suka dukanya, maka saatnya mereka berpamitan untuk kembali ke tanah air. Tempat realitas sesungguhnya yang menanti pemenuhan komitmen dan janji saat di Tanah Suci.

Melakukan thawaf wada ini menyadarkan kita bahwa segala sesuatu di dunia ini bersifat sementara. Pertemuan pasti akan diakhiri dengan perpisahan. Sesi terakhir mengelilingi Ka’bah ini menjadi refleksi kecil tentang kematian—bahwa suatu saat nanti, kita akan melakukan “perpisahan besar” dengan dunia ini dan kembali kepada Sang Pencipta.

Sekalipun kita sudah pamitan, tetapi hati tidak benar-benar berpisah. Karena buktinya setiap seseorang yang baru saja pulang dari Tanah Suci masih saja selalu ingin kembali lagi. Sebuah pepatah Arab mengatakan:

ŲØŁŁ‚ŁŽŲÆŁ’Ų±Ł Ų§Ł„Ų“ŁŽŁ‘ŁˆŁ’Ł‚Ł ŁŠŁŽŁƒŁŁˆŁ†Ł Ų§Ł„Ł„ŁŁ‘Ł‚ŁŽŲ§Ų”Ł

“Sesuai dengan besarnya kerinduan, begitulah indahnya perjumpaan.”

Jamaah Haji KBIHU Universitas Brawijaya (Ist.)

Mengapa demikian? Karena yang dihidupkan di Tanah Suci bukan lagi rasionalitas, melainkan hati yang sedang diaktifkan. Seorang teman mengatakan, kalau ingin berwisata bukanlah di Tanah Suci tempatnya karena Anda tidak akan mendapat apa-apa. Tanah Suci bukanlah tempat berwisata, melainkan perjalanan spiritual seseorang, upaya menghidupkan kembali hati dan spiritualitas yang selama ini mungkin terbenam oleh kekuatan rasionalitas kita. Karena rasionalitas yang terus-menerus kita pergunakan dan kita banggakan hanya akan melemahkan sensitivitas hati dalam menangkap isyarat-isyarat lembut petunjuk Allah atas berbagai solusi problematika kehidupan kita.

Tanah Suci Makkah adalah tempat kembalinya hati yang selama ini rindu kembali ataupun hati yang selama ini jauh dari kesejukan dan ketenangan karena kelana hidup rasional-materialistik. Tanah Suci memanggil setiap jiwa untuk kembali merenungi fitrahnya, sebagaimana saat di awal penciptaan:

ŁˆŁŽŲ„ŁŲ°Ū” Ų£ŁŽŲ®ŁŽŲ°ŁŽ Ų±ŁŽŲØŁŁ‘ŁƒŁŽ مِنۢ ŲØŁŽŁ†ŁŁŠŁ“ Ų”ŁŽŲ§ŲÆŁŽŁ…ŁŽ مِن ŲøŁŁ‡ŁŁˆŲ±ŁŁ‡ŁŁ…Ū” Ų°ŁŲ±ŁŁ‘ŁŠŁŽŁ‘ŲŖŁŽŁ‡ŁŁ…Ū” ŁˆŁŽŲ£ŁŽŲ“Ū”Ł‡ŁŽŲÆŁŽŁ‡ŁŁ…Ū” Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰Ł°Ł“ Ų£ŁŽŁ†ŁŁŲ³ŁŁ‡ŁŁ…Ū” Ų£ŁŽŁ„ŁŽŲ³Ū”ŲŖŁ ŲØŁŲ±ŁŽŲØŁŁ‘ŁƒŁŁ…Ū”Ū– Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŁˆŲ§Ł’ ŲØŁŽŁ„ŁŽŁ‰Ł° Ų“ŁŽŁ‡ŁŲÆŪ”Ł†ŁŽŲ¢Ūš Ų£ŁŽŁ† ŲŖŁŽŁ‚ŁŁˆŁ„ŁŁˆŲ§Ł’ ŁŠŁŽŁˆŪ”Ł…ŁŽ Ł±Ł„Ū”Ł‚ŁŁŠŁŽŁ°Ł…ŁŽŲ©Ł Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ų§ ŁƒŁŁ†ŁŽŁ‘Ų§ Ų¹ŁŽŁ†Ū” Ł‡ŁŽŁ°Ų°ŁŽŲ§ ŲŗŁŽŁ°ŁŁŁ„ŁŁŠŁ†ŁŽ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), ā€œBukankah Aku ini Tuhanmu?ā€ Mereka menjawab, ā€œBetul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.ā€ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, ā€œSesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.ā€ (QS. Al-A’raf: 172)

Di Tanah Suci, jiwa-jiwa itu diajak berintrospeksi kembali menemukan kedirian yang sejati. Tentang apa yang selama ini mungkin jarang dipedulikan. Menemukan kembali sebuah pertanyaan mendasar filosofi hidup: dari mana kita ada, untuk apa kita hidup, dan ke mana kita akan kembali.

Namun kita tetaplah sadar bahwa setiap perjumpaan pasti akan mendapati perpisahan. Inilah fitrah kehidupan, tidak ada satu pun yang abadi. Disaat kita menjejakkan kaki pertama di Tanah Suci, itu adalah panggilan jiwa untuk kembali pada fitrahnya, menuju titik pusat utama setiap jiwa yang beriman, kiblat dari setiap sujud kita.

Dengan adanya thawaf wada, Rasulullah saw seakan ingin mengajarkan kepada kita bahwa titik terakhir setiap aktivitas adalah Ka’bah. Ini adalah simbol bahwa Allah harus tetap menjadi pusat dari segala aktivitas, keputusan, dan tujuan hidup kita. Bahwa setelah kita melakukan banyak perjuangan dan komitmen perubahan yang disampaikan kepada Allah secara jujur, maka kita diingatkan bahwa setelah pulang nanti kita harus tetap menjadikan Allah selalu ada dalam hati, pikiran, tindakan, serta keputusan kita.

Thawaf wada adalah sebuah garis finish sekaligus garis start. Ia adalah akhir dari perjalanan ibadah fisik di Makkah, namun menjadi awal dari perjalanan spiritual yang sesungguhnya dalam mengarungi kehidupan nyata.

Jamaah Haji KBIHU Universitas Brawijaya bersiap pulang ke tanah air (Ist.)

Pulang dari Tanah Suci berarti kembali menghadapi realitas kehidupan sehari-hari dengan segala ujian, godaan, dan dinamikanya. Thawaf wada menjadi “perisai spiritual” terakhir. Maknanya adalah membawa atmosfer kesucian, kedamaian, dan ketaatan yang dirasakan di Masjidil Haram ke dalam rumah tangga, tempat kerja, dan masyarakat.

Bawalah kesucian Tanah Suci dengan kenangan terbaik. Terimalah setiap jamuan-Nya dengan hati bersih, prasangka baik (husnudhan), dan rasa syukur yang tinggi kepada Allah swt. Karena setiap kejadian dan peristiwa yang dialami di Tanah Suci adalah jamuan kasih sayang-Nya untuk tetamu-Nya. Ketetapan-Nya adalah wujud kasih sayang-Nya. Ceritakan setiap kebaikan Allah kepada para hamba-Nya saat di tanah air.

ŁˆŁŽŲ£ŁŽŁ…ŁŽŁ‘Ų§ ŲØŁŁ†ŁŲ¹Ū”Ł…ŁŽŲ©Ł Ų±ŁŽŲØŁŁ‘ŁƒŁŽ ŁŁŽŲ­ŁŽŲÆŁŁ‘Ų«Ū”

Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur). (QS. Adh-Dhuhaa: 11)

Dr. Akhmad Muwafik Saleh*
Penulis adalah Dosen UB – Pembimbing Ibadah Haji KBIHU UB – Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar Tlogomas Malang

Post Views: 85
Tags: Dr Akhmad Muwafik Salehhaji mabrurinspirasi islamikbihu universitas brawijayakehidupan pasca hajimakna hajiperjalanan spiritualPesantren Mahasiswa Tanwir Al Afkarrefleksi hajithawaf wada
Previous Post

Pos Curhat Fatayat NU Kota Malang Siap Dampingi Perempuan

Next Post

Ketika Kebijakan Berujung Pengadilan, Apa Isi Pledoi Nadiem Makarim?

Dinia

Dinia

Next Post
Ketika Kebijakan Berujung Pengadilan, Apa Isi Pledoi Nadiem Makarim?

Ketika Kebijakan Berujung Pengadilan, Apa Isi Pledoi Nadiem Makarim?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Sehari Setelah Dicopot, Mengapa Dadan Hindayana Berakhir di Tahanan Kejagung

Sehari Setelah Dicopot, Mengapa Dadan Hindayana Berakhir di Tahanan Kejagung

June 3, 2026
Ketika Kebijakan Berujung Pengadilan, Apa Isi Pledoi Nadiem Makarim?

Ketika Kebijakan Berujung Pengadilan, Apa Isi Pledoi Nadiem Makarim?

June 3, 2026
Thawaf Wada: Garis Finish di Makkah, Garis Start di Kehidupan Nyata

Thawaf Wada: Garis Finish di Makkah, Garis Start di Kehidupan Nyata

June 3, 2026
Pos Curhat Fatayat NU Kota Malang Siap Dampingi Perempuan

Pos Curhat Fatayat NU Kota Malang Siap Dampingi Perempuan

June 3, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025