Kanal24, Malang – Di tengah meningkatnya persoalan kesehatan mental, kekerasan terhadap perempuan, hingga tekanan ekonomi keluarga, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang memilih bergerak lebih konkret. Kepengurusan baru Masa Khidmat 2025–2030 langsung menyiapkan layanan pendampingan psikologis dan hukum melalui pembentukan Pos Curhat di lima kecamatan, sekaligus memperkuat program pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis komunitas.
Komitmen tersebut disampaikan usai pelantikan pengurus baru yang berlangsung di Hall KH Abdurrahman Wahid Universitas Islam Malang, Minggu (31/5/2026). Di bawah kepemimpinan Widiarini, S.Kep., Ns., M.Kes., Fatayat Kota Malang mengusung slogan Berkelas, Melesat, Berdampak sebagai arah gerak organisasi selama lima tahun mendatang.
Baca juga:
Kampus Wajib Tanggap! Kesehatan Mental Jadi Fondasi Cegah Kekerasan

Pos Curhat Jadi Ruang Aman Perempuan
Salah satu program prioritas yang segera direalisasikan adalah pembentukan Pos Curhat di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC). Program ini dirancang sebagai ruang konsultasi sekaligus pendampingan bagi perempuan yang menghadapi persoalan psikologis, keluarga, maupun hukum.
“Kita akan membentuk Pos Curhat di masing-masing PAC. Di sana nanti ada psikolog dan paralegal yang akan mendampingi anggota maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ujar Widiarini.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mental dan pendampingan hukum terus meningkat, terutama di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks. Karena itu, Fatayat ingin menghadirkan layanan yang mudah dijangkau sekaligus menjadi ruang aman bagi perempuan untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Tak hanya menyasar anggota internal, Pos Curhat juga diharapkan dapat menjadi bentuk pengabdian sosial Fatayat kepada masyarakat luas, khususnya perempuan dan keluarga yang membutuhkan pendampingan.
Penguatan Ekonomi Perempuan Berbasis Anggota
Selain fokus pada isu kesehatan mental dan advokasi, Fatayat Kota Malang juga mulai mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis anggota. Salah satu produk yang mulai diperkenalkan ialah minuman rosella bernama Sela Salva atau Rosella Sahabat Fatayat.
Produk tersebut dipilih karena bahan bakunya mudah diperoleh, memiliki nilai ekonomi, sekaligus bermanfaat bagi kesehatan. Program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi kader Fatayat dan masyarakat sekitar.
Melalui penguatan sektor ekonomi, Fatayat ingin mendorong perempuan agar tidak hanya berdaya secara sosial, tetapi juga memiliki kemandirian finansial yang dapat memperkuat ketahanan keluarga.
Fatayat Jatim Dorong Penguatan SDM dan Perlindungan Perempuan
Dukungan terhadap arah program tersebut datang dari Ketua Fatayat NU Jawa Timur, Siti Maulidah, M.Pd. Ia menilai perempuan perlu terus diperkuat dari berbagai aspek, mulai ekonomi, pendidikan, hingga perlindungan hukum dan sosial.
“Perempuan semakin berdaya, secara ekonomi, sosial, dan advokasi. Itu menjadi bagian dari visi besar Fatayat NU,” katanya.
Menurutnya, Fatayat Jawa Timur juga terus mendorong peningkatan kapasitas kader melalui berbagai program penguatan sumber daya manusia, pendampingan korban kekerasan, serta penguatan ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai keagamaan.
Dengan dukungan 75 ranting yang tersebar di seluruh Kota Malang, Fatayat optimistis berbagai program yang disiapkan mampu menjangkau masyarakat lebih luas. Organisasi ini menargetkan kehadirannya tidak hanya dirasakan anggota, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi perempuan dan keluarga di Kota Malang. (cay)













