Kanal24, Malang – Tidak semua film tentang kehidupan dan kematian hadir dengan cerita yang berat dan dramatis. Film Jepang If Cats Disappeared From the World justru mengangkat pertanyaan sederhana yang dekat dengan keseharian: jika seseorang diberi kesempatan menambah waktu hidup dengan menghapus sesuatu dari dunia, apa yang akan dipilih untuk dikorbankan?
Dirilis pada 2016, film berjudul asli Sekai kara Neko ga Kieta nara ini diadaptasi dari novel karya Genki Kawamura dan disutradarai Akira Nagai. Dibintangi Takeru Satoh, film ini menggabungkan unsur fantasi dan drama emosional untuk mengajak penonton melihat kembali arti hubungan, kenangan, dan hal-hal kecil yang selama ini dianggap biasa.
Harga Sebuah Hari Tambahan Kehidupan
Cerita berpusat pada seorang pengantar surat yang hidup sederhana bersama seekor kucing peliharaannya. Hidupnya berubah setelah dokter menyatakan dirinya mengidap tumor otak stadium akhir dan hanya memiliki waktu singkat untuk bertahan.
Di tengah kondisi tersebut, muncul sosok misterius yang memiliki wajah identik dengannya dan mengaku sebagai iblis. Sosok itu menawarkan sebuah kesepakatan: tokoh utama dapat memperoleh tambahan satu hari hidup setiap kali ia setuju menghapus satu hal dari dunia.
Awalnya, keputusan itu terasa mudah. Telepon menghilang, lalu film dan jam ikut lenyap. Namun yang ternyata ikut menghilang bukan hanya bendanya, melainkan seluruh kenangan dan hubungan yang terbentuk karena keberadaan benda tersebut.
Setiap kehilangan membuat tokoh utama mulai mempertanyakan arti waktu yang diperpanjang. Ia mulai menyadari bahwa umur yang lebih panjang belum tentu berarti jika semua hal yang membuat hidup berharga justru hilang satu per satu.
Ketika Kucing Menjadi Simbol Kenangan
Konflik berubah menjadi lebih emosional ketika iblis mengusulkan untuk menghapus kucing dari dunia.
Bagi tokoh utama, kucing bukan sekadar hewan peliharaan. Kehadirannya menjadi penghubung dengan kenangan bersama sang ibu yang telah meninggal serta bagian penting dari masa lalu yang masih tersisa.
Melalui titik tersebut, film mulai meninggalkan unsur fantasi dan masuk ke refleksi yang lebih dalam tentang kehilangan, keluarga, dan penerimaan terhadap akhir kehidupan. Penonton diajak melihat bahwa hal-hal sederhana sering kali memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding yang disadari.
Film ini juga menampilkan kembali hubungan tokoh utama dengan orang-orang terdekatnya, mulai dari keluarga hingga sahabat. Dari sana muncul pesan bahwa kehidupan tidak dibangun oleh momen besar, tetapi oleh kumpulan kenangan kecil yang sering terlewat.
Drama Jepang yang Tetap Membekas
Dengan alur yang tenang dan pendekatan emosional yang tidak berlebihan, If Cats Disappeared From the World menjadi salah satu film Jepang yang masih sering direkomendasikan hingga sekarang.
Alih-alih memberikan jawaban pasti, film ini meninggalkan pertanyaan yang terus relevan: jika diberi kesempatan menambah waktu hidup, apakah seseorang rela kehilangan hal-hal yang selama ini membuat hidup terasa berarti? (ger)













