Kanal24, Malang – Industri kreatif tidak hanya mencari lulusan berijazah, tetapi juga talenta yang mampu menunjukkan karya nyata. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan KEOS Volume 8 sebagai panggung bagi mahasiswa untuk memamerkan lebih dari 500 karya hasil proses pembelajaran sekaligus membangun kepercayaan diri, portofolio, dan jejaring menuju dunia kerja kreatif. Pameran berlangsung di Gedung Vokasi UB Kampus Dieng, Rabu (17/6/2026).
Dosen Desain Grafis Vokasi UB, Asril Kurniadi, menegaskan bahwa KEOS merupakan agenda penting yang rutin digelar setiap akhir semester. Menurutnya, pameran ini tidak hanya menjadi sarana menampilkan karya akhir mahasiswa, tetapi juga ruang untuk menunjukkan perkembangan kompetensi yang diperoleh dari berbagai mata kuliah.
Baca juga:
Dawai Kampung Cempluk ke Milan: Ketika Limbah Kayu Menjadi Diplomasi Budaya
“Penyelenggaraan KEOS yang kedelapan ini memiliki arti yang sangat penting karena menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya nyata dari hasil pemahaman pengetahuan mereka dalam beberapa materi mata kuliah yang terkait secara akademis,” ujarnya.

Asril menjelaskan, KEOS juga menjadi wahana praktik yang memberi pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mempromosikan karya dan kreativitas mereka. Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bekal ketika nantinya terlibat dalam pameran yang lebih besar maupun memasuki dunia kerja profesional. Ia berharap kualitas dan kuantitas karya yang ditampilkan terus meningkat dari tahun ke tahun, seiring meningkatnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Desain Grafis UB, Fahrul Rozi, menyebut KEOS Volume 8 menampilkan lebih dari 500 karya mahasiswa. Meski konsep pelaksanaan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, karya yang dipamerkan selalu berubah mengikuti hasil pembelajaran setiap semester.

“Setiap pameran kita hampir di atas 500 karya untuk dipamerkan. Tidak ada kurasi karena ini pameran UAS, jadi semuanya harus dipamerkan,” kata Fahrul.
Menurutnya, pameran ini menjadi sarana penting untuk membangun kepercayaan diri mahasiswa. Karya yang dipamerkan tidak hanya dinilai dosen, tetapi juga dapat diapresiasi oleh mahasiswa lain, masyarakat umum, hingga pelaku industri. “Kalau orang percaya dengan karya kita dan dipamerkan serta ternyata bagus, orang jadi percaya. Harapannya itu bisa menjadi salah satu pintu agar kita lebih mudah mendapatkan kerja,” jelasnya.
Salah satu peserta pameran, M. Farel Febriansyah, mahasiswa Desain Grafis, menampilkan karya ilustrasi berlatar lingkungan Universitas Brawijaya. Ia mengungkapkan proses pengerjaan karya dimulai dari pencarian referensi lokasi, pembuatan sketsa, hingga pewarnaan menggunakan teknik watercolor. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah membagi waktu di tengah padatnya agenda akademik dan kegiatan pameran lainnya.

“Cara saya mengatasinya adalah dengan membagi jadwal dan membuat rundown pribadi sehingga setiap minggu ada target yang harus dicapai agar tugas bisa selesai dengan maksimal,” tuturnya.
Melalui KEOS Volume 8, mahasiswa Desain Grafis UB tidak hanya memamerkan hasil karya, tetapi juga menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta kesiapan mereka untuk bersaing di industri kreatif yang semakin kompetitif. (cay)














