Kanal24, Malang – Indonesia kembali memperoleh dukungan pendanaan internasional dalam jumlah besar untuk memperkuat agenda pembangunan nasional. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa berhasil mengamankan komitmen pendanaan sebesar US$1,7 miliar atau sekitar Rp27 triliun dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Komitmen pendanaan tersebut menjadi angin segar bagi upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dukungan pembiayaan jangka panjang dinilai penting untuk menjaga kesinambungan proyek-proyek strategis sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Baca juga:
Purbaya menyebut kerja sama dengan AIIB mencerminkan tingginya kepercayaan lembaga keuangan internasional terhadap stabilitas ekonomi dan prospek pertumbuhan Indonesia. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting di tengah tantangan ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian.
Menurutnya, ketersediaan sumber pembiayaan alternatif akan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mendukung berbagai program pembangunan, termasuk sektor infrastruktur yang memiliki dampak langsung terhadap produktivitas dan konektivitas nasional.
Selain mempercepat pembangunan fisik, masuknya pendanaan internasional juga berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Mulai dari terbukanya lapangan kerja baru, meningkatnya aktivitas industri pendukung, hingga mendorong pertumbuhan investasi di berbagai daerah.
Dengan tambahan dukungan pendanaan tersebut, Indonesia diharapkan mampu menjaga momentum pembangunan dan mempercepat transformasi ekonomi menuju negara berpendapatan tinggi dalam beberapa dekade mendatang.














