Kanal24, Malang – Fenomena insecure di kalangan generasi muda kembali menjadi perhatian dalam kegiatan Make Over Kampus Tour bertema “On Your Frame” yang digelar di Universitas Brawijaya. Program ini menghadirkan diskusi seputar kesehatan mental dan kepercayaan diri Gen Z di tengah derasnya arus media sosial yang membentuk standar sosial baru.
Dalam sesi utama, Nabila Zain menyoroti bahwa salah satu faktor terbesar yang memicu rasa insecure di kalangan Gen Z adalah paparan media sosial yang berlebihan dan tidak terkontrol. Menurutnya, kondisi ini membuat individu sangat mudah terjebak dalam perbandingan sosial yang tidak realistis.
Ia menyebut, saat ini proses membandingkan diri menjadi jauh lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. “Kalau sekarang kita tuh bisa mengantongi 1 juta kehidupan orang lain hanya dari satu gadget,” ujarnya. Hal tersebut, menurutnya, membuat seseorang rentan kehilangan perspektif terhadap dirinya sendiri karena terlalu sering melihat standar hidup orang lain.
Baca juga:
Jurnalis Perlu Ruang Aman untuk Menjaga Kesehatan Mental

Dalam pemaparannya, Nabila juga memperkenalkan konsep “own your frame” yang menjadi inti dari tema kegiatan tersebut. Konsep ini menekankan pentingnya setiap individu untuk melihat diri sendiri melalui perspektif pribadi, bukan berdasarkan standar atau penilaian orang lain yang kerap tidak relevan.
Ia menjelaskan bahwa banyak masalah kesehatan mental tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berasal dari akar persoalan yang lebih dalam. Karena itu, pendekatan terhadap isu insecure tidak cukup hanya di permukaan, tetapi perlu proses memahami diri secara menyeluruh dan bertahap.
Nabila juga menyoroti bahwa meskipun kesadaran terhadap isu kesehatan mental di kalangan Gen Z semakin meningkat, hal tersebut belum selalu diikuti dengan kontrol yang baik dalam penggunaan media sosial. Tanpa batasan yang jelas, paparan digital dapat memperkuat rasa tidak cukup dan menurunkan penerimaan diri.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya fokus pada pengembangan diri di tengah banyaknya distraksi digital. Menurutnya, Gen Z perlu membangun “akar” mental yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan eksternal maupun standar sosial yang terus berubah.
“Fokus dan matangkan ilmu yang sedang digali,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa penguatan mental dan kesadaran diri menjadi kunci utama agar generasi muda dapat lebih stabil dalam menghadapi tantangan era digital.
Kegiatan “On Your Frame” sendiri menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami diri secara lebih dalam, sekaligus mendorong mereka membangun kepercayaan diri yang lebih sehat di lingkungan akademik maupun sosial. (qrn)














