Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Ikan Sapu-Sapu Kian Menyebar, Akademisi Ungkap Risiko dan Potensinya

Einid Shandy by Einid Shandy
June 24, 2026
in Riset Inovasi
0
Ikan Sapu-Sapu Kian Menyebar, Akademisi Ungkap Risiko dan Potensinya

Ikan Sapu Sapu

4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Keberadaan ikan sapu-sapu di perairan Indonesia semakin meluas dan tak lagi hanya ditemukan di kawasan perkotaan seperti Jabodetabek. Temuan populasi ikan ini di aliran Sungai Brantas, Jawa Timur, menjadi sinyal bahwa penyebarannya telah menjangkau berbagai wilayah dan berpotensi memengaruhi keseimbangan ekosistem perairan.

Di tengah kekhawatiran tersebut, para peneliti melihat sisi lain yang jarang dibahas. Dengan tingkat reproduksi yang tinggi serta kandungan nutrisi yang cukup baik, ikan sapu-sapu dinilai memiliki peluang untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif apabila dikelola secara tepat dan berbasis kajian ilmiah.

Baca juga:
Di Tengah Tekanan Ekonomi, Dekan FPIK UB Ingatkan Indonesia Belum Serius Menjaga Potensi Laut

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya, Prof. Sukoso, menilai persoalan utama bukan hanya peningkatan jumlah populasi, melainkan luasnya persebaran ikan sapu-sapu di berbagai perairan.

Prof. Ir. Sukoso, M.Sc., Ph.D. – Guru Besar FPIK UB (Andik/UBTV)

“Kalau saya melihat pertama bukan lonjakan saja, tetapi sebarannya. Artinya sebarannya sudah sangat luas sekali,” ujarnya.

Menurutnya, ikan sapu-sapu umumnya banyak ditemukan di wilayah perairan dengan tingkat pencemaran yang tinggi, terutama di kawasan sungai. Meski demikian, kondisi tersebut belum dapat dijadikan dasar bahwa ikan sapu-sapu telah mendominasi seluruh ekosistem perairan secara jumlah.

“Kebanyakan pada wilayah dengan polusi yang sangat tinggi,” jelasnya.

Prof. Sukoso mengingatkan bahwa ancaman terbesar dari keberadaan ikan sapu-sapu terletak pada kemampuan reproduksinya yang sangat cepat. Kondisi ini berpotensi memunculkan persaingan dengan ikan-ikan lokal dalam memperebutkan ruang hidup maupun sumber makanan.

“Faktor reproduksinya yang sangat cepat pasti akan berkompetisi dengan jenis ikan-ikan lokal,” tegasnya.

Meski sering dianggap sebagai hama perairan, ia menilai ikan sapu-sapu bukanlah predator yang secara langsung memangsa ikan lain. Secara biologis, spesies ini bukan termasuk ikan karnivora.

“Dia sebenarnya tidak mengonsumsi langsung atau menjadi predator langsung pada ikan-ikan lokal, tetapi bisa jadi kompetitor,” ungkapnya.

Di sisi lain, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik. Kandungan asam amino dan asam lemaknya dinilai berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun produk olahan lainnya.

Bahkan, kualitas daging ikan tersebut disebut memiliki karakteristik yang cukup menarik.

“Warna dagingnya cenderung mendekati seperti warna daging sapi,” katanya.

Melihat potensi tersebut, Prof. Sukoso mendorong agar ikan sapu-sapu tidak semata-mata dipandang sebagai masalah lingkungan, melainkan juga peluang ekonomi yang dapat dikembangkan secara terukur.

“Kalau memang reproduksinya cepat, kenapa tidak dimuliakan saja, dijadikan produk yang dibudidayakan dan dikontrol dengan baik,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan pemanfaatan ikan sapu-sapu harus didasarkan pada riset yang memadai. Setiap spesies ikan memiliki karakteristik biologis yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan budidaya yang sesuai.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan melepaskan ikan peliharaan ke perairan umum karena dapat mempercepat penyebaran spesies invasif.

“Kalau sudah bosan, jangan dibuang di sungai,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan ikan yang tidak lagi dipelihara dimanfaatkan atau dimusnahkan dengan cara yang benar.

“Sebaiknya solusinya jangan dibuang ke perairan umum, tetapi dimatikan kemudian dikubur dengan baik,” pungkasnya.

Fenomena penyebaran ikan sapu-sapu di Sungai Brantas menunjukkan bahwa spesies ini menghadirkan dua sisi sekaligus: tantangan bagi ekosistem perairan dan peluang pemanfaatan ekonomi. Dengan pengelolaan berbasis ilmu pengetahuan, ancaman yang muncul dapat diminimalkan sekaligus membuka potensi baru bagi sektor perikanan.

Post Views: 44
Tags: budidaya ikanekosistem perairanikan invasifikan sapu sapukanal24.co.idlingkungan indonesiapencemaran airpopulasi ikan invasifprotein ikanqorinriset perikananSungai Brantasuniversitas brawijaya
Previous Post

OJK: Volatilitas IHSG 2026 Berpotensi Menekan Kinerja Unit Link Berbasis Saham

Next Post

Benarkah Pancasila Bukan Sekadar Ideologi Negara? Disertasi FH UB Uji Ulang Fondasi Hukum Indonesia

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Benarkah Pancasila Bukan Sekadar Ideologi Negara? Disertasi FH UB Uji Ulang Fondasi Hukum Indonesia

Benarkah Pancasila Bukan Sekadar Ideologi Negara? Disertasi FH UB Uji Ulang Fondasi Hukum Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Bisnis Florist Mahasiswa UB Angkat Ekonomi Petani Desa Gunungsari

Bisnis Florist Mahasiswa UB Angkat Ekonomi Petani Desa Gunungsari

June 24, 2026
BKAD Kota Malang Targetkan Sertifikasi Seluruh Aset Tuntas 2–3 Tahun

BKAD Kota Malang Targetkan Sertifikasi Seluruh Aset Tuntas 2–3 Tahun

June 24, 2026
6 Dosen FTAB UB Lolos Seleksi Ketat Tim Ekspedisi Patriot 2026 Untuk Transmigrasi Indonesia

6 Dosen FTAB UB Lolos Seleksi Ketat Tim Ekspedisi Patriot 2026 Untuk Transmigrasi Indonesia

June 24, 2026
Benarkah Pancasila Bukan Sekadar Ideologi Negara? Disertasi FH UB Uji Ulang Fondasi Hukum Indonesia

Benarkah Pancasila Bukan Sekadar Ideologi Negara? Disertasi FH UB Uji Ulang Fondasi Hukum Indonesia

June 24, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025