Kanal24, Malang – Inovasi mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Tim SKY TEAM sukses memborong empat penghargaan pada ajang International Future Leader Competition (IFLC) 2026 yang digelar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 24–25 Juli 2026. Melalui SMART Drone, teknologi precision spraying berbasis Artificial Intelligence (AI), tim ini menghadirkan solusi pengendalian hama padi yang lebih presisi, efisien, dan ramah lingkungan.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari kolaborasi lintas disiplin ilmu mampu bersaing di panggung global. Di tengah tantangan sektor pertanian yang masih dihadapkan pada tingginya serangan hama dan penggunaan pestisida yang belum efektif, SMART Drone menawarkan pendekatan baru yang memadukan kecerdasan buatan dengan teknologi drone untuk mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan.
Baca juga:
Keprotokoleran UB Jaga Marwah dan Profesionalisme Institusi
SMART Drone Bidik Hama Lebih Akurat
SMART Drone dikembangkan sebagai solusi atas tingginya kerugian hasil panen akibat serangan hama serta praktik penyemprotan pestisida yang masih dilakukan secara menyeluruh. Cara konvensional tersebut dinilai kurang efisien karena meningkatkan biaya produksi sekaligus berpotensi mencemari lingkungan akibat penggunaan pestisida yang berlebihan.

Teknologi ini memanfaatkan algoritma Modified YOLOv5 untuk mendeteksi jenis dan lokasi hama secara otomatis melalui kamera yang terpasang pada drone. Setelah hama teridentifikasi, penelitian dilanjutkan menggunakan metode molecular docking guna menganalisis interaksi antara ligand dan protein sehingga diperoleh kandidat senyawa biopestisida dengan afinitas tinggi terhadap protein target hama.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, drone melakukan precision spraying hanya pada area tanaman yang terdeteksi terserang hama. Pendekatan ini membuat penggunaan biopestisida menjadi lebih tepat sasaran, menghemat biaya produksi, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Bersaing dengan Inovator dari Berbagai Negara
Ajang International Future Leader Competition (IFLC) 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan inovatif yang mampu menjawab persoalan global. Kompetisi yang berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 24–25 Juli 2026 itu diikuti peserta dari Indonesia, India, Filipina, Thailand, Nigeria, Zambia, hingga Kuwait.
Di tengah persaingan tersebut, SMART Drone berhasil menarik perhatian dewan juri berkat pendekatannya yang memadukan kecerdasan buatan, teknologi drone, dan konsep pertanian berkelanjutan. Inovasi ini dinilai tidak hanya menawarkan solusi berbasis teknologi, tetapi juga memiliki peluang untuk diterapkan dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Atas inovasi tersebut, Tim SKY TEAM yang dipimpin Ellen Gracia Alfa Yulianto, mahasiswa Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) angkatan 2024, berhasil membawa pulang empat penghargaan, yakni 3rd Runner-Up Winner, Gold Medal kategori Agriculture, Favorite Poster Award kategori Agriculture, serta mengantarkan Universitas Brawijaya meraih predikat Grand Champion sebagai perguruan tinggi dengan akumulasi poin dan jumlah juara terbanyak.
Dosen pembimbing tim, Dr. Agr. Sc. Dimas Firmanda Al Riza, ST., MSc., mengatakan SMART Drone menjadi contoh nyata pemanfaatan teknologi digital untuk menjawab tantangan sektor pertanian.
“SMART Drone ini merupakan contoh nyata bagaimana teknologi AI dan drone dapat diaplikasikan dalam sektor pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Fakultas Jadi Kekuatan
Keberhasilan SKY TEAM tidak lepas dari kolaborasi mahasiswa lintas fakultas yang memadukan keahlian di bidang teknologi agroindustri, bioteknologi, dan teknik kimia. Sinergi tersebut menjadi fondasi utama dalam mengembangkan SMART Drone sebagai inovasi yang memiliki nilai ilmiah sekaligus manfaat praktis bagi sektor pertanian.
Selain Ellen Gracia Alfa Yulianto sebagai ketua tim, anggota SKY TEAM terdiri atas Amara Balqis Simarmata dari Program Studi Teknik Bioproses FTAB, Melinda Cicilia Rany dari Program Studi Bioteknologi FTAB, Louis Hayden Wong dari Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik, serta Devyano Tanto dari Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik.
Tim berharap SMART Drone tidak berhenti sebagai inovasi di ajang kompetisi, tetapi dapat diimplementasikan secara lebih luas untuk membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi penggunaan pestisida secara berlebihan. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong lahirnya inovasi berbasis riset dengan daya saing internasional serta memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. (ffn)













