Kanal24, Malang – Peta persaingan startup global berubah drastis. Jika beberapa tahun lalu fintech dan e-commerce mendominasi, kini perusahaan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi penguasa baru daftar unicorn dunia. Lonjakan valuasi perusahaan AI bahkan mendorong nilai gabungan startup unicorn global menembus US$8 triliun atau sekitar Rp130 ribu triliun.
Laporan Hurun Global Unicorn Index 2026 mencatat terdapat 1.603 startup unicorn yang tersebar di 52 negara dan 299 kota. Seluruh perusahaan tersebut merupakan startup yang berdiri setelah tahun 2000, memiliki valuasi minimal US$1 miliar, dan belum melantai di bursa saham. Data menunjukkan perkembangan AI menjadi motor utama pertumbuhan valuasi startup sepanjang tahun ini.
Baca juga:
Konstruksi Proyek Lapangan Gas Abadi Masela Dimulai 2027 Dongkrak Ketahanan Energi
Perusahaan AI Anthropic berhasil menempati posisi pertama sebagai unicorn paling bernilai di dunia. Posisi kedua ditempati OpenAI, sementara ByteDance, induk TikTok, menjadi perusahaan non-AI dengan valuasi terbesar yang masih bertahan di jajaran teratas.
Dominasi startup AI menunjukkan perubahan arah investasi global. Investor kini lebih agresif menggelontorkan dana ke perusahaan yang mengembangkan model bahasa besar (LLM), infrastruktur AI, robotika, hingga solusi kecerdasan buatan untuk berbagai sektor industri.
Secara keseluruhan, nilai gabungan seluruh unicorn global meningkat sekitar 43 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi salah satu pertumbuhan valuasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan mencerminkan tingginya optimisme pasar terhadap teknologi AI.
Amerika Serikat Masih Mendominasi
Amerika Serikat tetap menjadi rumah bagi startup unicorn terbanyak di dunia. Negara tersebut jauh meninggalkan China yang berada di posisi kedua.
Sementara itu, Inggris berhasil menyalip India dan kini menempati peringkat ketiga sebagai negara dengan jumlah unicorn terbesar. Pergeseran ini dipicu derasnya investasi pada startup AI yang berkembang pesat di kawasan Eropa.
AI Jadi Mesin Baru Ekonomi Digital
Fenomena ini menegaskan bahwa AI bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan telah menjadi fondasi utama ekonomi digital global. Startup yang mengembangkan kecerdasan buatan kini menjadi incaran investor karena dinilai memiliki potensi pertumbuhan paling tinggi dalam beberapa tahun mendatang.
Selain AI, sektor seperti teknologi drone, robotika, climate technology, software enterprise, hingga semikonduktor juga mulai menunjukkan peningkatan valuasi yang signifikan, meski belum mampu menandingi laju pertumbuhan perusahaan AI.
Analis memperkirakan dominasi startup AI masih akan berlanjut seiring meningkatnya kebutuhan dunia terhadap otomatisasi, analisis data, dan pengembangan teknologi generatif di berbagai industri.














