Kanal24, Malang – Puluhan pelajar terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur bersaing menunjukkan kemampuan, karakter, dan kepemimpinan mereka dalam Grand Final Putra Putri Siswa Jawa Timur (PPSJT) 2026 yang digelar di Hall UB TV, Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Sabtu (27/6/2026). Ajang ini tidak hanya memilih duta pelajar berprestasi, tetapi juga melahirkan generasi muda yang siap membawa dampak positif bagi masyarakat melalui pendidikan, budaya, dan aksi sosial.
Sebanyak 38 finalis terbaik tampil pada malam grand final setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang berlangsung sejak Februari 2026. Mereka terdiri atas 23 finalis kategori SMP dan 15 finalis kategori SMA yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Regional Director Putra Putri Siswa Jawa Timur, Naufal Yuan Nabila, mengatakan penyelenggaraan perdana ajang tersebut mendapat respons yang sangat positif. Hampir 100 pelajar mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi sebelum akhirnya disaring menjadi puluhan finalis terbaik.
Baca juga:
EJCS 2026 Bongkar Cara Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

“Untuk ajang pertama ini alhamdulillah mendapatkan kurang lebih hampir 100 pendaftar. Dari seluruh peserta tersebut, kami memilih 38 finalis terbaik yang terdiri dari 23 peserta kategori SMP dan 15 peserta kategori SMA,” ujarnya.
Menurut Naufal, proses seleksi tidak hanya mengutamakan penampilan, tetapi juga mengedepankan kompetensi akademik maupun nonakademik. Para peserta mengikuti seleksi administrasi, tes tulis, wawancara, video profil, hingga kemampuan public speaking yang seluruhnya melibatkan akademisi dari Universitas Negeri Malang sebagai dewan penilai.
“Kami ingin proses penilaiannya benar-benar objektif. Karena itu setiap tahapan mulai prakarantina, karantina, talent show hingga grand final melibatkan dosen yang memiliki pengalaman di bidangnya masing-masing,” jelasnya.
Tidak Berhenti di Malam Grand Final
Naufal menegaskan, Putra Putri Siswa Jawa Timur bukan sekadar kompetisi yang berakhir setelah malam penganugerahan. Seluruh finalis akan mendapatkan kesempatan mengembangkan potensi melalui berbagai program pendidikan dan pengembangan diri.
Penyelenggara telah bekerja sama dengan Universitas Bakti Hasta Mulia Madiun untuk menyediakan beasiswa pendidikan hingga 100 persen pada dua program studi. Selain itu, para finalis juga memperoleh akses pelatihan melalui Mentor Tunity untuk pengembangan prestasi nonakademik seperti public speaking, karya tulis ilmiah, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Tak hanya itu, kerja sama dengan Bimbel Scover Malang juga disiapkan untuk membantu peserta mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
“Harapan kami ajang ini tidak berhenti di grand final saja, tetapi benar-benar menjadi wadah pengembangan potensi siswa Jawa Timur agar terus berkembang di masa depan,” katanya.
Daftar Pemenang Putra Putri Siswa Jawa Timur 2026
Pada malam grand final, dewan juri menetapkan empat pelajar terbaik sebagai pemenang utama.
Kategori SMA
- Putra Siswa Jawa Timur 2026: Niki Auliya
- Putri Siswa Jawa Timur 2026: Intan Putri Lestari
Kategori SMP
- Putra Siswa Jawa Timur 2026: Begja Sudira Wicaksana
- Putri Siswa Jawa Timur 2026: Nava Rosalia Ngutami
Usai dinobatkan sebagai Putra Siswa Jawa Timur 2026 kategori SMA, Niki Auliya mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi kepada generasi muda melalui program advokasi yang diusungnya.
“Saya sangat bahagia dan berterima kasih kepada orang tua, guru, serta seluruh panitia yang telah mendukung saya. Semoga amanah ini bisa saya jalankan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Intan Putri Lestari, peraih gelar Putri Siswa Jawa Timur 2026 kategori SMA, mengaku perjalanan menuju kemenangan bukan hal yang mudah. Selama proses karantina, ia harus melewati berbagai tantangan yang menguji mental dan konsistensinya.
“Percaya pada proses. Ketika kita mau dan mampu menjalani setiap prosesnya, maka hasil terbaik akan mengikuti,” tuturnya.
Di kategori SMP, Begja Sudira Wicaksana mengaku sempat tidak menyangka mampu meraih gelar juara pada pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi serupa. Ia berkomitmen mengusung program edukasi anti-perundungan (bullying) serta penguatan budaya literasi di kalangan pelajar.
Sedangkan Nava Rosalia Ngutami berencana mengembangkan program motivasi pendidikan bagi siswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi maupun rendahnya semangat melanjutkan sekolah.
Jadi Wadah Melahirkan Pelajar Berdampak
Melalui penyelenggaraan perdana Putra Putri Siswa Jawa Timur 2026, panitia berharap para finalis tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Dengan dukungan program pendidikan, pelatihan, hingga beasiswa yang telah disiapkan, para peserta diharapkan terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pelajar di Jawa Timur untuk berani berprestasi, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (nid/cay)














