Kanal24, Malang – Setelah Eropa digempur suhu ekstrem selama beberapa pekan terakhir, kini giliran Amerika Serikat menghadapi ancaman serupa. Gelombang panas diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Negeri Paman Sam dan berdampak pada sekitar 230 juta penduduk, dengan suhu terasa mencapai 46 derajat Celsius di sejumlah daerah.
Badan Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) memperkirakan gelombang panas akan menyelimuti kawasan tengah hingga timur negara itu sepanjang pekan ini, bertepatan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli.
Pusat Prediksi Cuaca milik National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) juga memproyeksikan beberapa wilayah berpotensi mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah pada akhir pekan.
Baca juga:
Mengapa Korban Kekerasan Tidak Kabur? Ini Penjelasan Trauma Bonding dan Isolasi Sistematis
Saat ini, sekitar 90 juta warga Amerika Serikat berada dalam status peringatan panas ekstrem maupun siaga panas ekstrem. Sementara jutaan penduduk lainnya turut berada di wilayah yang diprediksi mengalami suhu di atas normal.
Para ahli memperkirakan sekitar 230 juta orang akan merasakan dampak langsung gelombang panas tersebut. Kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga serangan heat stroke, terutama bagi kelompok rentan.
Ahli meteorologi AccuWeather, Alex Sosnowski, menjelaskan fenomena heat dome atau kubah panas diprediksi berkembang di sebagian besar wilayah tengah Amerika Serikat sebelum meluas ke kawasan timur.
Fenomena tersebut diperkirakan memengaruhi lebih dari dua lusin negara bagian dengan suhu udara maksimum berkisar antara 32 hingga lebih dari 38 derajat Celsius. Ketika dipadukan dengan tingkat kelembapan yang tinggi, suhu yang dirasakan tubuh dapat mencapai sekitar 46 derajat Celsius, sehingga aktivitas di luar ruangan menjadi sangat berisiko.
Malam Hari Tetap Gerah
Yang membuat kondisi semakin mengkhawatirkan, suhu pada malam hari diperkirakan hanya turun hingga sekitar 21 derajat Celsius. Temperatur yang tetap hangat membuat tubuh sulit mendinginkan diri secara alami sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi lansia, anak-anak, pekerja lapangan, dan mereka yang tidak memiliki akses pendingin ruangan.
Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, memperbanyak konsumsi air putih, mengenakan pakaian yang ringan, serta segera mencari tempat teduh atau berpendingin udara apabila mulai merasakan gejala kelelahan akibat panas.
Apa Itu Heat Dome?
Gelombang panas kali ini dipicu oleh fenomena heat dome atau kubah panas, yakni kondisi ketika sistem tekanan udara tinggi memerangkap udara panas di suatu wilayah dalam waktu yang cukup lama.
Udara yang terjebak terus dipanaskan oleh sinar matahari, sementara tekanan tinggi menghambat terbentuknya awan dan hujan. Akibatnya, suhu terus meningkat dari hari ke hari dan memicu gelombang panas berkepanjangan.
Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, fenomena ini juga meningkatkan konsumsi listrik akibat penggunaan pendingin ruangan secara masif, memperbesar risiko kebakaran hutan, serta memberikan tekanan terhadap sistem kelistrikan di berbagai wilayah.














