Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Mengapa Korban Kekerasan Tidak Kabur? Ini Penjelasan Trauma Bonding dan Isolasi Sistematis

Einid Shandy by Einid Shandy
June 25, 2026
in Gaya Hidup
0
Mengapa Korban Kekerasan Tidak Kabur? Ini Penjelasan Trauma Bonding dan Isolasi Sistematis

Mengapa Korban Kekerasan Tidak Kabur? Ini Penjelasan Trauma Bonding dan Isolasi Sistematis

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Pertanyaan itu hampir selalu muncul setiap kali publik membaca kasus kekerasan berat. Dari luar, jawabannya tampak sederhana: cukup pergi, kabur, atau mencari bantuan.

Namun dalam banyak kasus kekerasan domestik atau penyekapan, kenyataan bekerja dengan cara yang jauh lebih kompleks. Korban tidak hanya berhadapan dengan kekerasan fisik, tetapi juga dengan manipulasi psikologis yang berlangsung perlahan, sistematis, dan sering kali tidak disadari sejak awal.

Dalam kajian psikologi kekerasan dalam relasi intim (intimate partner violence), kondisi ini sering dijelaskan melalui kombinasi trauma bonding, gaslighting, isolasi sistematis, hingga respons biologis freeze yang membuat korban tampak ā€œtidak bereaksiā€.

Baca juga:
Pertanyaan Kencan Pertama yang Bikin Makin Nyambung

Awalnya Tidak Terlihat Sebagai Bahaya

Banyak kasus kekerasan tidak dimulai dengan kekerasan.

Pada fase awal, hubungan justru terasa intens, hangat, bahkan ideal. Pelaku dapat menunjukkan perhatian berlebihan, kasih sayang yang kuat, dan kedekatan emosional yang cepat terbentuk. Dalam psikologi, pola ini dikenal sebagai love bombing—strategi yang sering dibahas dalam literatur kekerasan relasi sebagai cara membangun ketergantungan emosional sejak dini.

Korban pada tahap ini tidak merasa sedang berada dalam bahaya. Justru sebaliknya, ia merasa menemukan figur yang aman.

Ketika Kekerasan Datang, Realitas Mulai Bergeser

Perubahan biasanya terjadi bertahap. Kekerasan tidak langsung muncul dalam bentuk ekstrem, tetapi dalam pola kecil yang meningkat seiring waktu.

Setelah insiden kekerasan terjadi, pelaku sering menunjukkan penyesalan yang sangat intens—meminta maaf, menangis, atau berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Pola ini menciptakan siklus yang dalam literatur psikologi kekerasan disebut sebagai cycle of abuse, sebagaimana dijelaskan oleh psikolog Lenore Walker. Siklus ini terdiri dari ketegangan, kekerasan, lalu rekonsiliasi.

Di titik ini, mekanisme gaslighting sering bekerja. Istilah yang banyak dibahas dalam buku The Gaslight Effect oleh Robin Stern ini menggambarkan kondisi ketika korban mulai meragukan persepsinya sendiri terhadap realitas.

Korban tidak lagi hanya bertanya ā€œapa yang terjadiā€, tetapi juga ā€œapakah aku yang salah?ā€

Dunia yang Menyempit: Isolasi Sistematis

Seiring waktu, ruang hidup korban perlahan menyempit.

Hubungan dengan keluarga mulai berkurang. Lingkar pertemanan hilang. Aktivitas kerja berhenti. Dalam banyak kasus kekerasan, proses ini tidak selalu dilakukan dengan paksaan langsung, tetapi melalui kontrol bertahap yang dibungkus dengan alasan hubungan atau ā€œkebaikan bersamaā€.

Pada akhirnya, korban kehilangan support system—jaringan sosial yang biasanya menjadi tempat aman untuk mencari perspektif luar.

Tanpa itu, korban hanya memiliki satu acuan realitas: pelaku.

Ketika Tubuh Memilih Bertahan, Bukan Melawan

Dalam situasi ancaman ekstrem, respons manusia tidak selalu berupa perlawanan atau pelarian. Sistem saraf manusia memiliki respons lain yang bersifat otomatis: freeze.

Kondisi ini membuat seseorang seperti ā€œterkunciā€ā€”secara fisik ada, tetapi secara psikologis tidak mampu bereaksi efektif.

Jika kekerasan berlangsung terus-menerus, korban juga dapat mengalami learned helplessness, konsep yang diperkenalkan oleh Martin Seligman. Dalam kondisi ini, seseorang belajar bahwa upaya apa pun untuk mengubah situasi tidak akan menghasilkan perubahan, sehingga ia berhenti mencoba.

Gabungan antara ketakutan kronis, ancaman berulang, dan kontrol penuh dari pelaku membuat kemampuan pengambilan keputusan korban menjadi sangat terbatas.

Ketika Ruang Gerak Benar-Benar Hilang

Dalam sejumlah kasus ekstrem, kontrol tidak hanya bersifat psikologis tetapi juga fisik.

Ketika korban kehilangan kemampuan mobilitas, akses komunikasi, atau bahkan orientasi terhadap lingkungan sekitar, maka pilihan untuk keluar dari situasi tersebut menjadi hampir tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan eksternal.

Pada titik ini, pertanyaan ā€œkenapa tidak kaburā€ menjadi tidak lagi relevan, karena ruang untuk memilih sudah sangat dipersempit oleh kondisi yang diciptakan secara sistematis.

Memahami Kekerasan, Bukan Menyederhanakan Korban

Kasus-kasus kekerasan seperti ini menunjukkan bahwa korban tidak berada dalam situasi pilihan yang setara.

Yang terjadi bukan sekadar ā€œbertahan atau pergiā€, melainkan proses bertahap yang melibatkan manipulasi psikologis, isolasi sosial, dan tekanan fisik yang saling mengunci.

Memahami hal ini penting agar publik tidak terjebak dalam narasi yang menyederhanakan pengalaman korban, melainkan mampu melihat struktur kekerasan yang lebih luas—serta pentingnya intervensi dini, perlindungan hukum, dan dukungan sosial yang nyata bagi korban. (nid)

Post Views: 20
Tags: freeze responseGaslightingisolasi sistematisKANAL24kanal24.co.idkekerasan dalam hubungankekerasan domestikkorban kekerasanlearned helplessnessmanipulasi emosionalpsikologi korbantrauma bondinguniversitas brawijaya
Previous Post

201 Ners FIKES UB Resmi Disumpah, Siap Perkuat Kebutuhan Tenaga Kesehatan

Next Post

Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Kerugian Negara, Nadiem Makarim Dinilai Layak Dibebaskan dari Dakwaan Korupsi Chromebook

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Kerugian Negara, Nadiem Makarim Dinilai Layak Dibebaskan dari Dakwaan Korupsi Chromebook

Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Kerugian Negara, Nadiem Makarim Dinilai Layak Dibebaskan dari Dakwaan Korupsi Chromebook

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Kerugian Negara, Nadiem Makarim Dinilai Layak Dibebaskan dari Dakwaan Korupsi Chromebook

Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Kerugian Negara, Nadiem Makarim Dinilai Layak Dibebaskan dari Dakwaan Korupsi Chromebook

June 25, 2026
Mengapa Korban Kekerasan Tidak Kabur? Ini Penjelasan Trauma Bonding dan Isolasi Sistematis

Mengapa Korban Kekerasan Tidak Kabur? Ini Penjelasan Trauma Bonding dan Isolasi Sistematis

June 25, 2026
201 Ners FIKES UB Resmi Disumpah, Siap Perkuat Kebutuhan Tenaga Kesehatan

201 Ners FIKES UB Resmi Disumpah, Siap Perkuat Kebutuhan Tenaga Kesehatan

June 24, 2026
Bisnis Florist Mahasiswa UB Angkat Ekonomi Petani Desa Gunungsari

Bisnis Florist Mahasiswa UB Angkat Ekonomi Petani Desa Gunungsari

June 24, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025