Kanal24, – Malang. Minyak jelantah masih kerap digunakan berulang kali di banyak rumah tangga meski berisiko bagi kesehatan dan lingkungan. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) menggelar sosialisasi penjernihan minyak jelantah menggunakan kunyit kepada ibu-ibu PKK Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) FTAB ini diikuti oleh 17 peserta. Melalui sosialisasi tersebut, ibu-ibu PKK dibekali pemahaman mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah sekaligus teknik penjernihan sederhana berbahan alami yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:
Keprotokoleran UB Jaga Marwah dan Profesionalisme Institusi
Berawal dari Kebiasaan Menggunakan Minyak Jelantah
Sosialisasi ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) FTAB yang digagas oleh mahasiswa FTAB UB, Tahta Alfina Prameswari, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hendri Cahya Aprilianto, S.TP., M.T., Ph.D. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026) sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai keamanan pangan dan pengelolaan minyak jelantah.
Kelurahan Sumbersari dipilih sebagai lokasi kegiatan karena tingginya aktivitas memasak masyarakat yang terdiri atas warga menetap, mahasiswa, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kondisi tersebut membuat penggunaan minyak goreng dalam jumlah besar menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Namun, kebiasaan menggunakan kembali minyak goreng yang telah berubah warna menjadi gelap dan berbau tengik masih sering dijumpai. Padahal, penggunaan minyak jelantah secara berulang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan sekaligus mencemari lingkungan apabila dibuang tanpa pengelolaan yang tepat.
Melihat kondisi tersebut, ibu-ibu PKK dipilih sebagai sasaran kegiatan karena memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan di dapur keluarga. Selain itu, jaringan organisasi PKK yang menjangkau hingga tingkat RT dan RW diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan edukasi kepada masyarakat.
Kunyit Jadi Solusi Penjernihan Minyak Jelantah
Dalam sosialisasi ini, mahasiswa FTAB UB memaparkan materi mengenai pengertian minyak jelantah, ciri-ciri minyak yang sudah tidak layak digunakan, serta dampak penggunaan minyak jelantah terhadap kesehatan dan lingkungan.
Selain memahami bahaya minyak jelantah, peserta juga diperkenalkan dengan metode penjernihan menggunakan kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai bahan alami yang mudah diperoleh dan diterapkan di tingkat rumah tangga. Penyampaian materi turut dilengkapi dokumentasi visual berupa perbandingan sampel minyak sebelum dan sesudah proses pemurnian sehingga peserta dapat melihat secara langsung hasil penerapan metode tersebut.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan mengenai batas aman penggunaan minyak goreng hingga cara menerapkan metode penjernihan secara mandiri di rumah.
Untuk mengukur efektivitas penyampaian materi, tim mahasiswa melaksanakan pre-test sebelum sosialisasi dan post-test setelah kegiatan berakhir. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai bahaya minyak jelantah serta teknik penjernihan sederhana menggunakan kunyit. Sejumlah peserta juga menyampaikan ketertarikannya untuk menerapkan metode tersebut dalam aktivitas memasak sehari-hari.
Dorong Konsumsi Sehat dan Berkelanjutan
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Tim Penggerak PKK Kelurahan Sumbersari. Ketua PKK sekaligus Ibu Lurah, Mitin Kartikasari, bersama Jannah selaku penggerak PKK berperan dalam menyediakan tempat, membantu koordinasi pelaksanaan, serta menentukan peserta kegiatan.
Keterlibatan aktif PKK menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Melalui jaringan organisasi yang dimiliki, pengetahuan mengenai penjernihan minyak jelantah diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat secara mandiri sehingga mendorong kebiasaan menggunakan minyak goreng yang lebih bijak, sehat, dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini turut memberikan dampak nyata bagi peningkatan literasi kesehatan dan keamanan pangan di kalangan ibu-ibu PKK Kelurahan Sumbersari. Selain mendorong pola konsumsi minyak goreng yang lebih bijak, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDGs 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui edukasi ini, mahasiswa FTAB UB berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi kesehatan keluarga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (gal)














