Kanal24, Malang – Bus TransJatim segera menghadirkan layanan baru yang tak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga melayani pengiriman paket. Melalui layanan TransJatim Ekspedisi (Tradisi), masyarakat Malang Raya nantinya bisa mengirim barang dengan sistem antar langsung ke rumah, tanpa perlu lagi mengambil paket di terminal.
Layanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi bersamaan dengan peluncuran Koridor II TransJatim Malang Raya pada Oktober 2026.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, mengatakan persiapan kedua layanan tersebut terus dimatangkan agar dapat diluncurkan secara bersamaan.
Menurutnya, apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Koridor II TransJatim dan layanan TransJatim Ekspedisi akan resmi beroperasi pada Oktober 2026.
Baca juga:
2 Tahun Program FK UB Bersama NIHR di Desa Krebet, Warga Beralih ke Pola Hidup Bersih dan Sehat
Sebelumnya, layanan TransJatim Ekspedisi telah diterapkan di kawasan Gerbangkertosusila yang meliputi Surabaya, Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, dan Lamongan. Pengembangan ke Malang Raya menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan layanan transportasi publik sekaligus mendukung distribusi logistik masyarakat.
Berbeda dengan layanan sebelumnya, sistem pengiriman di Malang Raya akan menggunakan konsep point to point. Barang yang dikirim melalui terminal akan langsung diantarkan ke alamat penerima menggunakan jasa kurir.
Model tersebut dipilih setelah Dishub mengevaluasi operasional di Gerbangkertosusila. Skema pool to pool yang mengharuskan masyarakat mengambil paket sendiri di terminal dinilai kurang praktis, meski mendapat respons positif dari pengguna.
Saat ini Dishub Jawa Timur masih menjajaki kerja sama dengan perusahaan layanan pengantaran berbasis aplikasi maupun PT Pos untuk mendukung proses distribusi hingga ke rumah pelanggan.
Dengan skema tersebut, masyarakat tetap dapat memanfaatkan layanan ekspedisi meski tidak menjadi penumpang Bus TransJatim.
Untuk tarif, Dishub menetapkan biaya pengiriman sebesar Rp2.500 per kilometer dengan sistem tarif menyeluruh (all in) yang berlaku di seluruh wilayah Jawa Timur.
Kehadiran TransJatim Ekspedisi diharapkan semakin memperkuat fungsi TransJatim sebagai layanan transportasi publik yang tidak hanya melayani mobilitas penumpang, tetapi juga mendukung kebutuhan logistik masyarakat secara lebih cepat, mudah, dan efisien.














