Kanal24, Malang – Technical meeting (TM) cabang lomba menyanyi pop PEKSIMIDA Jawa Timur 2026 digelar sebagai tahap akhir persiapan sebelum kompetisi berlangsung. Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur sekaligus menjadi forum penyampaian aturan teknis, sistem penilaian, hingga urutan penampilan peserta.
Tahun ini, cabang lomba menyanyi pop diikuti sebanyak 56 mahasiswa dari berbagai daerah, mulai dari Surabaya, Banyuwangi, Madura, Sidoarjo, hingga Malang. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut mencerminkan semangat kompetisi sekaligus keberagaman yang menjadi nilai utama PEKSIMIDA.
Baca Juga:
FIB UB Terjunkan 131 Mahasiswa Bangun Identitas Baru 9 Desa Wisata Ngajum
Ruang Ekspresi dalam Keberagaman Budaya
Panitia PEKSIMIDA Jawa Timur 2026, Ami, menjelaskan bahwa tahun ini kegiatan mengusung tema “Ruang Ekspresi dan Budaya Bermultikulti”. Tema tersebut menggambarkan PEKSIMIDA sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan bakat sekaligus merayakan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.

“PEKSIMIDA bisa jadi panggung ekspresi mahasiswa untuk menunjukkan bakat mereka. Budaya bermultikulti juga mencerminkan bahwa Indonesia memiliki banyak budaya yang bisa kita nikmati bersama,” ujarnya.
Selain memperkenalkan tema, technical meeting juga membahas berbagai aspek teknis perlombaan. Mulai dari ketentuan penampilan, mekanisme penilaian, hingga urutan tampil peserta agar kompetisi dapat berjalan tertib.
Persaingan Ketat dengan 56 Peserta
Cabang lomba menyanyi pop tahun ini menghadirkan persaingan yang cukup ketat. Sebanyak 56 peserta akan menunjukkan kemampuan vokal terbaiknya untuk memperebutkan posisi sebagai wakil Jawa Timur pada ajang berikutnya.
Menurut Ami, persiapan panitia difokuskan pada kelengkapan perlengkapan, kesiapan sumber daya manusia, serta validasi data peserta. Ia berharap seluruh rangkaian lomba dapat berlangsung lancar tanpa kendala teknis yang mengganggu jalannya kompetisi.

Peserta Andalkan Latihan dan Percaya Diri
Salah satu peserta, Fiko, mengaku mengikuti PEKSIMIDA sebagai wadah untuk menyalurkan hobi sekaligus mengembangkan bakat di bidang tarik suara. Sebelum lolos ke tingkat provinsi, ia harus melewati serangkaian seleksi mulai dari tingkat fakultas hingga universitas.
“Persiapannya ya sering latihan rutin supaya cengkoknya matang dan terbiasa mengimprovisasi lagu,” katanya.
Soal konsep penampilan, Fiko memilih merahasiakannya hingga hari perlombaan. Meski menargetkan hasil terbaik, ia mengaku lebih fokus memberikan penampilan maksimal di atas panggung.
Melalui PEKSIMIDA Jawa Timur 2026, mahasiswa berkompetisi memperebutkan gelar juara dan juga memperoleh ruang untuk mengembangkan kreativitas, memperluas jejaring antarkampus, dan menunjukkan bahwa seni tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan akademik. (ndr)














