Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

DTKO, Minuman Dekafeinasi untuk Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Einid Shandy by Einid Shandy
July 10, 2026
in Riset Inovasi
0
DTKO, Minuman Dekafeinasi untuk Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP (K)., Ph.D., FSCAI., Pengembang DTKO (Yordan/KANAL24)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Inovasi minuman kesehatan berbahan teh hijau dan kopi hijau dikembangkan sebagai upaya membantu menekan risiko penyakit jantung, khususnya pada penderita sindrom metabolik. Produk bernama DTKO tersebut merupakan hasil penelitian yang mengombinasikan kedua bahan alami melalui proses dekafeinasi sehingga kandungan kafeinnya berkurang secara signifikan.

Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP (K)., Ph.D., FSCAI., Pengembang DTKO menjelaskan dalam wawancara dengan kanal24 pada Kamis (09/07/2026) menjelaskan bahwa minuman ini dirancang sebagai pendamping terapi medis, bukan pengganti obat yang telah diresepkan dokter. Melalui formulasi tersebut, DTKO diharapkan dapat membantu mengendalikan berbagai faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, hingga obesitas yang menjadi bagian dari sindrom metabolik.

Baca juga:
Indonesia Bidik Investasi Rp500 Triliun Lewat Pusat Keuangan Internasional

Produk DTKO atau De-Teko (Yordan/KANAL24)

Dekafeinasi Jadi Pembeda Utama

Salah satu keunggulan DTKO dibandingkan produk serupa adalah penggunaan proses dekafeinasi, yaitu pengurangan kandungan kafein secara signifikan dari teh hijau maupun kopi hijau sebelum keduanya dikombinasikan.

Menurut peneliti, kandungan kafein pada kopi dan teh dapat memicu jantung berdebar atau palpitasi. Pada penderita penyakit jantung, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga meningkatkan risiko gangguan yang lebih serius.

“Kafein bisa menimbulkan efek berdebar. Pada orang yang sakit jantung, kondisi itu bisa menyebabkan sesak, tidak nyaman, bahkan meningkatkan risiko serangan jantung maupun pingsan,” jelas Prof. Saifur.

Setelah melalui proses dekafeinasi, teh hijau dan kopi hijau kemudian dipadukan menjadi satu formulasi. Produk tersebut telah melalui berbagai tahapan penelitian, mulai dari pengujian di laboratorium, uji pada hewan model sindrom metabolik, hingga uji pada manusia sehat dan penderita sindrom metabolik.

Berpotensi Menekan Faktor Risiko Penyakit Jantung

Peneliti menjelaskan bahwa sindrom metabolik menjadi salah satu persoalan kesehatan yang terus meningkat jumlahnya. Apabila tidak dikendalikan, penderita memiliki risiko sekitar tiga kali lebih besar mengalami serangan jantung dibandingkan masyarakat tanpa sindrom metabolik.

Melalui penelitian yang dilakukan, konsumsi DTKO dua kali sehari selama tiga bulan menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam membantu memperbaiki beberapa faktor risiko penyakit jantung.

“Sudah kami optimalkan dan kami lihat khasiatnya bermanfaat untuk membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan kegemukan, kolesterol, serta menurunkan risiko penyakit jantung ke depan,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa DTKO tidak dimaksudkan sebagai pengganti terapi medis. Pasien tetap harus mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, sedangkan DTKO berfungsi sebagai minuman pendamping untuk membantu menjaga kesehatan.

Praktis Dikonsumsi dengan Beragam Pilihan Rasa

DTKO dikemas dalam bentuk bubuk dalam sachet aluminium foil yang dirancang untuk menjaga kualitas kandungan bahan aktif agar tidak mudah teroksidasi selama penyimpanan.

Cara penyajiannya pun cukup sederhana. Satu sachet berisi lima gram bubuk cukup diseduh menggunakan air hangat dan dikonsumsi dua kali sehari, yakni pada pagi dan malam hari.

Untuk meningkatkan kenyamanan saat dikonsumsi, DTKO tersedia dalam beberapa varian rasa, seperti vanila, kopi, dan cokelat. Pemilihan varian tersebut dilakukan berdasarkan survei preferensi konsumen karena teh hijau dan kopi hijau yang telah didekafeinasi memiliki cita rasa yang cenderung lebih ringan.

Peneliti berharap DTKO dapat menjadi alternatif minuman kesehatan di tengah meningkatnya tren konsumsi kopi di Indonesia. Dengan memadukan manfaat teh hijau dan kopi hijau yang telah didekafeinasi, produk ini diharapkan mampu membantu masyarakat menjaga kesehatan jantung sekaligus mengurangi risiko komplikasi akibat sindrom metabolik.

Selain terus dikembangkan melalui penelitian, DTKO juga dipersiapkan untuk memasuki tahap hilirisasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.(ffn)

Post Views: 51
Tags: dekafeinasidiabetesDTKOfaktor risiko penyakit jantungfifahipertensiinovasi kesehatanKesehatan JantungKolesterolkopi hijauminuman fungsionalminuman kesehatanminuman pendamping terapipenelitian kesehatanPenyakit JantungRiset Kesehatansindrom metabolikteh hijauuniversitas brawijaya
Previous Post

Mahasiswa Jawa Timur Adu Cengkok di PEKSIMIDA Dangdut 2026

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
DTKO, Minuman Dekafeinasi untuk Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung

DTKO, Minuman Dekafeinasi untuk Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung

July 10, 2026
Mahasiswa Jawa Timur Adu Cengkok di PEKSIMIDA Dangdut 2026

Mahasiswa Jawa Timur Adu Cengkok di PEKSIMIDA Dangdut 2026

July 10, 2026
Kotoran Sapi Disulap Jadi Media Tanam, Inovasi FTAB UB Dukung Penghijauan Warga

Kotoran Sapi Disulap Jadi Media Tanam, Inovasi FTAB UB Dukung Penghijauan Warga

July 10, 2026
Timnas Putri Indonesia Bidik Gelar Beruntun AFF Women’s Cup 2026

Timnas Putri Indonesia Bidik Gelar Beruntun AFF Women’s Cup 2026

July 10, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025