Kanal24, Malang – Minat masyarakat terhadap emas perhiasan masih tetap tinggi, baik sebagai pelengkap penampilan maupun aset yang dinilai mampu menjaga nilai kekayaan. Memasuki perdagangan Selasa (14/7/2026), harga emas perhiasan kembali menunjukkan variasi pada setiap tingkat kadar karat yang dipasarkan di sejumlah gerai.
Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh kandungan emas murni dalam setiap kadar, mulai dari 9 karat hingga 24 karat. Kondisi ini membuat calon pembeli perlu lebih teliti membandingkan harga sekaligus memahami kadar emas sebelum menentukan pilihan.
Baca juga:
Indonesia Gandeng India di Sektor Pertahanan hingga Pangan, Apa Untungnya bagi Masyarakat?
Kadar Karat Menentukan Nilai Perhiasan
Emas 24 karat masih menjadi jenis dengan tingkat kemurnian paling tinggi sehingga dibanderol dengan harga tertinggi. Namun, karena sifatnya yang relatif lunak, emas murni umumnya lebih jarang digunakan sebagai perhiasan untuk aktivitas sehari-hari.
Sebaliknya, emas berkadar 22 karat, 18 karat, hingga 17 karat menjadi pilihan yang lebih populer. Campuran logam lain membuat perhiasan lebih kuat, tidak mudah berubah bentuk, dan tetap memiliki tampilan yang menarik. Oleh karena itu, kadar-kadar tersebut banyak digunakan untuk cincin, gelang, kalung, maupun anting.

Sementara itu, emas dengan kadar 10 hingga 14 karat biasanya dipilih karena menawarkan harga yang lebih ekonomis. Meski kandungan emasnya lebih sedikit, jenis ini tetap diminati sebagai perhiasan sehari-hari karena memiliki daya tahan yang cukup baik.
Jangan Hanya Melihat Harga
Calon pembeli disarankan tidak hanya membandingkan harga per gram ketika membeli emas perhiasan. Ada sejumlah faktor lain yang perlu diperhatikan, seperti ongkos pembuatan, desain, sertifikat keaslian, hingga kebijakan pembelian kembali atau buyback dari toko tempat membeli.
Perbedaan ongkos pembuatan dapat membuat harga dua perhiasan dengan berat dan kadar yang sama menjadi berbeda. Karena itu, memahami rincian biaya sebelum melakukan transaksi menjadi langkah penting agar pembeli tidak hanya tergiur harga yang terlihat lebih murah.
Selain itu, masyarakat juga perlu memastikan perhiasan yang dibeli memiliki informasi kadar emas yang jelas. Keterangan tersebut biasanya tercantum dalam cap atau sertifikat yang diberikan saat pembelian.
Cocok untuk Gaya atau Investasi?
Bagi masyarakat yang ingin menjadikan emas sebagai instrumen investasi, penting untuk memahami bahwa emas perhiasan dan emas batangan memiliki karakteristik yang berbeda. Emas batangan umumnya lebih menguntungkan sebagai investasi karena memiliki tingkat kemurnian tinggi serta biaya tambahan yang lebih kecil.

Sementara itu, emas perhiasan menawarkan nilai lebih dari sisi fungsi dan estetika. Selain dapat digunakan sebagai aksesori, perhiasan emas juga tetap memiliki nilai jual sehingga masih dianggap sebagai salah satu aset yang relatif aman dibandingkan beberapa instrumen lainnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, emas masih menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menjaga nilai kekayaan. Meski demikian, konsumen tetap disarankan membeli sesuai kebutuhan, membandingkan harga di beberapa toko, serta memastikan produk yang dipilih memiliki jaminan keaslian agar transaksi berlangsung aman dan menguntungkan.(ffn)














