Kanal24, Jakarta – Indonesia dan India resmi memperluas kemitraan strategis melalui serangkaian kerja sama di bidang pertahanan, ketahanan pangan, mineral kritis, ekonomi digital hingga industri. Kesepakatan yang dicapai Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang investasi, pengembangan teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional.
Pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7), menghasilkan belasan dokumen kerja sama di berbagai sektor strategis. Selain memperkuat hubungan ekonomi, kedua pemimpin juga menegaskan komitmen menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik melalui kolaborasi di bidang pertahanan dan keamanan maritim.
Presiden Prabowo mengatakan pembahasan bersama PM Modi berlangsung secara intensif dan mencakup berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan kedua negara.
“Perdana Menteri Modi dan saya telah mengadakan pertemuan yang berorientasi ke depan, intensif, dan produktif mengenai berbagai isu strategis yang menjadi perhatian kedua negara,” ujar Prabowo dalam pernyataan bersama.
Kerja Sama Diperluas ke Berbagai Sektor Strategis
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan India menyepakati peningkatan kerja sama di sektor pertanian, ketahanan pangan, kesehatan, perdagangan, mineral kritis, energi, pendidikan, hingga ekonomi digital.
Kedua negara juga mendorong penguatan rantai pasok mineral kritis yang menjadi bahan baku penting industri kendaraan listrik dan teknologi masa depan. Selain itu, perusahaan baja dari Indonesia dan India sepakat membangun kemitraan produksi stainless steel sebagai bagian dari penguatan hilirisasi industri.
Di bidang teknologi, kedua negara berkomitmen memperluas kolaborasi dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI), telekomunikasi, infrastruktur digital, serta teknologi baru lainnya.
Perdana Menteri Narendra Modi menegaskan bahwa hubungan India dan Indonesia kini memasuki fase baru.
“Kemitraan Strategis Komprehensif yang dibangun sejak 2018 kini memasuki babak baru,” kata Modi dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo.
Apa Manfaatnya bagi Indonesia?
Kerja sama tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat di berbagai sektor.
Di bidang ekonomi, penguatan hubungan bilateral membuka peluang masuknya investasi baru, peningkatan perdagangan, serta kolaborasi industri yang dapat memperkuat daya saing Indonesia.
Sementara pada sektor pangan, kerja sama pertanian diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan teknologi dan penguatan rantai pasok.
Kolaborasi pada sektor mineral kritis juga berpotensi mempercepat hilirisasi industri nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.
Selain itu, kerja sama di bidang ekonomi digital dan teknologi diharapkan mampu mempercepat transformasi digital Indonesia melalui pertukaran pengetahuan, inovasi, dan pengembangan teknologi baru.
Kerja Sama Pertahanan Jadi Sorotan
Salah satu kesepakatan yang paling menyita perhatian adalah penguatan kerja sama pertahanan.
Indonesia dan India menyepakati peningkatan kolaborasi industri pertahanan, termasuk pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos dan kerja sama pengembangan rudal udara-ke-udara ASTRA. Nilai kontrak sistem BrahMos diperkirakan mencapai sekitar 630 juta dolar Amerika Serikat atau lebih dari Rp10 triliun.
Selain itu, kedua negara juga memperkuat kerja sama keamanan maritim di kawasan Samudra Hindia dan Indo-Pasifik sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan.
Menutup pernyataannya, Modi menyampaikan optimisme terhadap masa depan hubungan kedua negara.
“Era keemasan berada di depan kedua negara kita. Masa depan kita ditentukan oleh kemakmuran bersama,” ujar Modi.
Dengan populasi yang sama-sama besar serta ekonomi yang terus berkembang, Indonesia dan India dipandang memiliki peluang untuk memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor sekaligus meningkatkan peran kedua negara dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan kawasan Indo-Pasifik.














