Kanal24, Malang – Berawal dari impian untuk berkarya bersama, Brawijaya Writers Club (BWC) kini berkembang menjadi ruang belajar bagi para alumni Universitas Brawijaya (UB) yang ingin mengembangkan kemampuan menulis sekaligus menghasilkan karya bertema kearifan lokal Indonesia. Komunitas yang diinisiasi penulis Kirana Kejora sejak Januari 2024 ini tak hanya mendorong lahirnya penulis baru, tetapi juga membangun ekosistem literasi melalui kolaborasi, pendampingan, dan proses kurasi karya.
Sejak berdiri, BWC mengusung semangat mendokumentasikan kekayaan budaya Indonesia melalui buku-buku yang mengangkat berbagai nilai kearifan lokal. Setiap anggota didorong untuk tidak hanya berkarya secara individu, tetapi juga saling mendukung dalam proses kreatif agar lahir karya yang memberi kontribusi bagi perkembangan literasi nasional.
Baca Juga:
Kementerian PANRB Siapkan Perbaikan Program Magang Lewat Masukan Kampus
Dari Kelas Menulis hingga Pendampingan Editor
Anggota Brawijaya Writers Club, Siti Rahma, mengatakan komunitas ini lahir sebagai wadah bagi para alumni UB untuk terus berkarya bersama sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Indonesia melalui tulisan.

“Brawijaya Writers Club lahir pada Januari 2024 dengan impian untuk berkarya bersama. Kami ingin mewadahi para alumni agar dapat mendokumentasikan kearifan lokal Indonesia melalui tulisan. Karena itu, tema buku-buku yang kami hasilkan rata-rata mengangkat kearifan lokal,” ujarnya.
Menurut Rahma, yang membedakan BWC dengan komunitas lain adalah adanya pendampingan yang berkelanjutan. Anggota tidak hanya diajak menulis, tetapi juga mendapatkan workshop, kelas kepenulisan, hingga pendampingan editor sebelum naskah diterbitkan.
“Kami dibimbing melalui workshop, kelas menulis, hingga pendampingan editor. Jadi setiap karya dikurasi sehingga mutunya tetap terjaga,” katanya.
Bagi para anggota, proses tersebut menjadi kesempatan untuk terus belajar sekaligus meningkatkan kualitas tulisan sebelum dipublikasikan.
Komunitas Jadi Penyemangat Menulis
Rahma mengaku bergabung dengan BWC membantunya menjaga konsistensi dalam menulis. Kehadiran teman-teman sesama penulis menjadi sumber motivasi untuk terus belajar dan menghasilkan karya baru.
“Dengan punya teman sesama penulis, kami saling mendorong dan termotivasi untuk terus menulis serta menghasilkan karya bersama,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki minat di bidang kepenulisan untuk tidak takut memulai. Menurutnya, kemampuan menulis akan berkembang seiring proses belajar dan kebiasaan berlatih.
“Mulailah menulis. Tidak perlu khawatir membuat kesalahan atau memikirkan penilaian orang. Biasakan menulis terlebih dahulu, nanti kemampuan itu akan berkembang dan masukan akan datang dengan sendirinya,” tuturnya.

Terbuka bagi Siapa Saja yang Ingin Berkarya
Selain menjadi ruang kolaborasi bagi alumni UB, Brawijaya Writers Club juga membuka kesempatan bagi para penulis pemula untuk bergabung dan belajar bersama. Melalui suasana yang inklusif, setiap anggota didorong saling berbagi pengalaman dan berkembang bersama dalam menghasilkan karya.
“Kami sangat terbuka bagi teman-teman yang ingin bergabung. Jangan ragu atau takut merasa belum bisa menulis, karena di sini kita belajar bersama dan akan dibimbing sampai bisa menghasilkan karya,” pungkas Rahma.
Melalui semangat kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan, Brawijaya Writers Club berharap semakin banyak penulis baru yang lahir serta turut memperkaya literasi Indonesia melalui karya-karya yang mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal. (ndr)















Ayo gabung di Brawijaya Writer Club