Kanal24, Malang – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mulai menyusun langkah penyempurnaan program magang bagi mahasiswa melalui Forum Konsultasi Publik yang digelar bersama Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB), Kamis (10/7/2026). Masukan dari akademisi diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan sekaligus mempermudah akses mahasiswa mengikuti program magang di lingkungan kementerian.
Plt. Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Hukum Kementerian PANRB, Dr. Ir. Sri Rejeki Nawangsasih, M.Si., menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan bagian dari amanat penyelenggaraan pelayanan publik yang wajib melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Baca juga:
Mahasiswa Jawa Timur Adu Cengkok di PEKSIMIDA Dangdut 2026
“Setiap instansi pemerintah yang memberikan pelayanan memang wajib melakukan forum konsultasi publik yang melibatkan berbagai stakeholder, termasuk akademisi dan media. Keterlibatan masyarakat ini penting agar instansi pemerintah mampu memberikan pelayanan yang semakin terstandar,” ujarnya.

Forum Konsultasi Jadi Sarana Evaluasi Pelayanan
Menurut Sri Rejeki, konsultasi publik menjadi ruang bagi kementerian untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki standar pelayanan yang telah berjalan. Melalui forum ini, berbagai masukan dari perguruan tinggi akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan kebijakan.
Ia menilai keterlibatan akademisi sangat penting karena mereka merupakan salah satu pengguna layanan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia.
Magang Disiapkan Cetak Talenta ASN Masa Depan
Dalam forum tersebut, salah satu pembahasan utama adalah penyempurnaan program magang mahasiswa di lingkungan Kementerian PANRB.
Sri Rejeki mengatakan, program magang tidak hanya memberikan pengalaman bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari proses menyiapkan talenta yang kelak dapat berkontribusi sebagai aparatur sipil negara.
“Magang di Kementerian PANRB menjadi sangat penting dan bermanfaat bagi dua belah pihak. Dari sisi kementerian, kami bisa menyiapkan calon-calon tenaga kerja yang nantinya sudah memiliki pengalaman ketika menjadi ASN,” katanya.
Masukan Akademisi Akan Ditindaklanjuti
Berbagai rekomendasi yang disampaikan akademisi selama forum akan menjadi dasar penyempurnaan standar pelayanan program magang.
Beberapa aspek yang akan diperbaiki antara lain mekanisme pelayanan, kebutuhan pengguna layanan, hingga penyempurnaan persyaratan administrasi agar lebih mudah dipenuhi mahasiswa.
“Standar pelayanan yang berkaitan dengan magang akan kami perbaiki. Masukan dari akademisi menjadi insight penting agar pelayanan lebih sesuai dengan kebutuhan pemberi maupun pengguna layanan,” jelasnya.
Ia berharap hasil konsultasi publik mampu menghadirkan program magang yang semakin mudah diakses, memberikan manfaat lebih besar bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian PANRB.
“Harapannya tentu pelaksanaan program magang menjadi lebih mudah, baik dari sisi persyaratan internal maupun eksternal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan mahasiswa,” pungkasnya. (ern/nid)














