Kanal24, Malang – Hari pertama sekolah sering dianggap sebagai rutinitas tahunan. Anak berangkat, orang tua mengantar jika sempat, lalu semua kembali pada aktivitas masing-masing. Padahal, momen singkat itu bisa menjadi pengalaman yang membekas bagi anak.Karena itu, pemerintah mengimbau instansi memberi fleksibilitas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin mengantar anak pada hari pertama sekolah. Kebijakan ini menjadi pengingat bahwa peran orang tua juga layak mendapat ruang di tengah kesibukan kerja.
Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan, fleksibilitas ini diberikan agar ASN tetap dapat menjalankan perannya sebagai orang tua tanpa mengabaikan tanggung jawab sebagai aparatur negara. “Kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah merupakan bentuk dukungan emosional yang penting bagi anak,” ujarnya.
Baca Juga:
Bukan Sekadar Lomba!, PEKSIMIDA Jatim Jadi Panggung Ekspresi Mahasiswa
Sibuk Memang Wajar, Tapi Benarkah Selalu Harus Mengalah?
Selama ini masih ada anggapan bahwa profesionalisme berarti selalu mendahulukan pekerjaan. Akibatnya, urusan keluarga sering dianggap bisa menunggu. Padahal, produktivitas tidak selalu bertentangan dengan kehidupan pribadi.
Fleksibilitas yang diberikan bukan berarti ASN mendapat libur tambahan. Mereka tetap bekerja, hanya diberi keleluasaan mengatur waktu agar dapat mendampingi anak di hari penting tersebut. Ini menunjukkan bahwa dunia kerja mulai melihat keseimbangan hidup sebagai bagian dari produktivitas, bukan hambatan.
Jangan Anggap Sepele Momen yang Singkat
Banyak orang berpikir anak akan baik-baik saja tanpa didampingi karena nantinya juga akan terbiasa. Logika itu tidak selalu tepat. Bagi sebagian anak, memasuki lingkungan baru bisa menjadi pengalaman yang menegangkan.
Kehadiran orang tua, meski hanya beberapa menit, mampu memberi rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri. Momen sederhana itu juga mengingatkan bahwa pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu. Ayah pun memiliki peran yang sama pentingnya untuk hadir.
Yang Dibutuhkan Bukan Waktu Lama, Tapi Kehadiran
Memang, tidak semua orang tua memiliki kesempatan yang sama. Namun, inti dari kebijakan ini bukan soal keistimewaan ASN, melainkan pengakuan bahwa keluarga juga layak mendapat ruang di tengah tuntutan pekerjaan.
Mungkin yang perlu dipertanyakan bukan mengapa orang tua diberi waktu mengantar anak, melainkan mengapa momen sepenting itu selama ini sering dianggap biasa saja. (ndr)














