Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya (UB) mempercepat langkah menuju kampus berkelas dunia melalui tiga program akademik prioritas tahun 2026. MelaluiVisiting Lecturer Program (VLP), UB STARS, dan Adjunct Professor (AP), UB menyiapkan berbagai skema pendanaan untuk memperkuat kolaborasi riset internasional, meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi, serta memperluas jejaring akademik bagi dosen dan mahasiswa.
Ketiga program tersebut menjadi bagian dari Program Prioritas Rektor Bidang Akademik 2026 yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan kerja sama internasional sebagai upaya memperkuat daya saing UB di tingkat global.
Baca Juga:
FAST UB Gelar Uji Kompetensi Batch 3 untuk Tingkatkan Daya Saing Lulusan
Visiting Lecturer Perkuat Kolaborasi dan Publikasi Bereputasi
Melalui Visiting Lecturer Program (VLP), UB memfasilitasi kolaborasi dosen dengan akademisi dari perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Program ini mewajibkan pelaksanaan perkuliahan secara daring, penyusunan publikasi ilmiah bereputasi, serta mendukung pencapaian target pemeringkatan internasional universitas.
Untuk mendukung pelaksanaannya, UB menyiapkan pendanaan sebesar Rp12,5 juta hingga Rp25 juta per program. Seluruh proses, mulai dari pengajuan proposal, pelaksanaan kegiatan, hingga pelaporan, dilakukan melalui sistem SIAPP dengan target luaran berupa artikel ilmiah pada jurnal internasional terindeks Scopus.
UB STARS Buka Peluang Riset Mahasiswa di Tingkat Internasional
Tak hanya menyasar dosen, UB juga membuka kesempatan bagi mahasiswa tingkat akhir melalui UB Student Academic Research Scheme (UB STARS). Program mobilitas riset ini memungkinkan mahasiswa melakukan penelitian bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perguruan tinggi luar negeri, maupun berbagai lembaga riset internasional.
Peserta memperoleh bantuan pendanaan sebesar Rp10 juta hingga Rp20 juta, disesuaikan dengan lokasi pelaksanaan penelitian. Sebagai luaran, mahasiswa diwajibkan menghasilkan artikel ilmiah yang disubmit ke jurnal internasional terindeks Scopus atau Web of Science (WoS), disertai laporan kegiatan dan evaluasi program.
Adjunct Professor Hadirkan Akademisi Kelas Dunia
Sementara itu, melalui program Adjunct Professor (AP), UB menghadirkan profesor dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi luar negeri untuk memperkuat kolaborasi penelitian, publikasi bersama, serta berbagai kegiatan akademik di lingkungan universitas.
Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional sekaligus memperluas jejaring akademik global UB. Pendanaan yang disediakan mencapai Rp60 juta hingga Rp120 juta per program, dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan kategori kegiatan dan rekam jejak akademik dosen tamu.
Melalui ketiga program tersebut, Universitas Brawijaya terus memperkuat ekosistem akademik yang kompetitif dan berorientasi global. Penguatan kolaborasi internasional, peningkatan kualitas riset, serta publikasi ilmiah bereputasi diharapkan mampu semakin mengukuhkan posisi UB sebagai salah satu perguruan tinggi Indonesia yang berdaya saing di tingkat dunia. (ndr)














