Kanal24, Malang – Pemerintah menegaskan kondisi ekonomi Indonesia tetap berada di jalur yang kuat meski menjadi sorotan berbagai lembaga internasional, mulai dari Dana Moneter Internasional (IMF) hingga lembaga pemeringkat S&P Global Ratings. Penilaian tersebut justru dinilai mencerminkan kepercayaan dunia terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa berbagai evaluasi dari IMF, Bank Dunia, maupun S&P tidak hanya melihat tantangan yang dihadapi Indonesia, tetapi juga mengakui kekuatan fundamental ekonomi nasional. Pemerintah menilai disiplin fiskal, pengelolaan utang yang terkendali, serta prospek pertumbuhan ekonomi menjadi faktor utama yang menjaga optimisme investor.
Baca juga:
Indonesia Bidik Investasi Rp500 Triliun Lewat Pusat Keuangan Internasional
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya juga mengungkapkan bahwa dalam berbagai pertemuan dengan IMF, Bank Dunia, investor global, hingga S&P Global Ratings, Indonesia memperoleh respons positif terhadap arah kebijakan fiskal yang ditempuh pemerintah.
“Mereka melihat Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan APBN di tengah ketidakpastian global,” kata Purbaya dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
S&P Pertahankan Peringkat Indonesia
Optimisme pemerintah semakin menguat setelah S&P Global Ratings kembali mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan Herman Saheruddin menyebut keputusan tersebut menunjukkan kepercayaan internasional terhadap kebijakan ekonomi Indonesia.
Menurutnya, pemerintah tetap konsisten menjaga disiplin fiskal sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
S&P sendiri menilai tekanan fiskal yang sempat terjadi bersifat sementara dan masih dapat dikelola melalui fleksibilitas kebijakan pemerintah, peningkatan penerimaan negara, serta kepatuhan terhadap batas defisit anggaran.
IMF Tetap Optimistis
Sementara itu, IMF juga masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada 2026. Proyeksi tersebut menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia tetap menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi dibanding banyak negara lain di tengah perlambatan ekonomi global.
Pemerintah meyakini berbagai indikator makroekonomi seperti inflasi yang terkendali, rasio utang yang rendah, serta konsumsi domestik yang tetap kuat menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Komunikasi Ekonomi Dinilai Penting
Di sisi lain, sejumlah ekonom menilai pemerintah juga perlu memperkuat komunikasi publik terkait kondisi ekonomi nasional agar persepsi pasar tetap terjaga.
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai penyampaian informasi ekonomi yang konsisten dan berbasis data akan membantu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha maupun investor terhadap arah kebijakan pemerintah.
Selain itu, hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sebelumnya juga menyimpulkan sistem keuangan Indonesia tetap resilien meski risiko global masih tinggi. Koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia mampu mempertahankan momentum pertumbuhan sepanjang 2026 meski dinamika ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian.














