Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

AI Bisa Jadi Teman Belajar, Asal Guru Tahu Cara Memanfaatkannya

Einid Shandy by Einid Shandy
July 15, 2026
in Pendidikan, Sekolah
0
AI Bisa Jadi Teman Belajar, Asal Guru Tahu Cara Memanfaatkannya

AI Bisa Jadi Teman Belajar, Asal Guru Tahu Cara Memanfaatkannya (Dok. SMKN 1 Turen)

5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengubah cara banyak orang belajar. Jawaban kini bisa diperoleh hanya dalam hitungan detik. Namun, kemudahan itu juga memunculkan pertanyaan baru: apakah AI akan membuat siswa semakin pintar, atau justru membuat mereka berhenti berpikir?

Menurut Guru Pendidikan SMKN 1 Turen, Masithoh Yessi Rochayati, M.Pd., AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi sarana belajar yang efektif selama penggunaannya tetap menempatkan proses berpikir siswa sebagai tujuan utama, bukan sekadar mencari jawaban instan.

Baca juga:
UB Press Hibahkan 1.500 Buku, Perkuat Literasi Desa Lewat MMD UB 2026

AI Bisa Menjadi Teman Belajar, Bukan Pengganti Proses Berpikir

Masithoh menilai perkembangan AI merupakan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Ia mengakui teknologi tersebut mampu memberikan jawaban dengan cepat, tetapi manfaatnya akan jauh lebih besar jika dimanfaatkan sebagai teman berdiskusi daripada sebagai mesin pencari jawaban.

Ia mengaku telah menggunakan AI dalam aktivitas akademiknya. Ketika memiliki sebuah gagasan, ia memanfaatkan AI untuk berdiskusi sehingga ide tersebut berkembang menjadi lebih matang.

“Saya sendiri sering menggunakan AI sebagai teman diskusi. Ketika saya mempunyai ide, saya mengajak AI berdiskusi sehingga ide tersebut justru berkembang dengan lebih matang,” ujarnya.

Menurutnya, pola serupa juga dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Guru Perlu Mengubah Cara Memanfaatkan AI di Kelas

Masithoh mencontohkan, siswa mengakses AI menggunakan gawai masing-masing dan meminta AI membuatkan soal tanpa memberi jawaban. Promp yang digunakan harus jelas sehingga AI dapat memberi soal dengan tingkat kesulitan yang sama untuk setiap siswa. Setelah itu siswa diminta mengerjakan soal menggunakan kemampuan sendiri

Langkah berikutnya, siswa baru meminta AI menampilkan jawaban untuk dibandingkan dengan hasil pekerjaan mereka. Dari proses tersebut, siswa dapat mendiskusikan perbedaan jawaban sekaligus mengevaluasi cara berpikir yang digunakan.

“AI tidak menggantikan proses berpikir siswa, tetapi justru mendorong mereka mengamati, menganalisis, mengevaluasi, lalu merefleksikan hasil belajarnya,” katanya.

Ia menambahkan penggunaan AI seperti itu akan menghasilkan pengalaman belajar yang lebih terbuka (open-ended). Meskipun tingkat kesulitannya sama, setiap siswa dapat memperoleh soal yang berbeda sehingga proses berpikir mereka juga berkembang secara beragam.

Pembelajaran Harus Membuat Siswa Aktif Mencari Makna

Selain pemanfaatan AI juga menerapkan model pembelajaran 5E (Engage, Explore, Explain, Elaborate, dan Evaluate). Berdasarkan pengalamannya, pendekatan tersebut mampu meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa dibandingkan pembelajaran yang hanya berpusat pada ceramah.

Menurutnya, model 5E memberi ruang bagi peserta didik untuk mengamati fenomena, mengeksplorasi persoalan, berdiskusi, hingga menemukan konsep secara mandiri. Pengalaman tersebut membuat pemahaman siswa bertahan lebih lama karena tersimpan dalam memori jangka panjang.

Ia menilai pendidikan di era digital tidak cukup hanya mengejar jawaban yang benar. Yang jauh lebih penting adalah membiasakan peserta didik bertanya, menguji informasi, serta menyusun alasan yang logis sebelum mengambil keputusan.

“Jangan pernah takut bertanya, mencoba, dan belajar dari kesalahan. Kemampuan berpikir kritis akan menjadi bekal penting menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” pungkasnya. (ern)

Post Views: 51
Tags: AIberpikir kritisChatGPTernGuruKANAL24kanal24.co.idKecerdasan Buatanliterasi numerasipembelajaranpendidikansiswateknologi pendidikanuniversitas brawijaya
Previous Post

Ruwatan Wayang Kunjarakarna Hidupkan Kembali Spirit Candi Jago di Desa Budaya Tumpang

Next Post

Mahasiswa UB Kembangkan Teknologi Deteksi Bakteri Lebih Cepat dengan AI

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Mahasiswa UB Kembangkan Teknologi Deteksi Bakteri Lebih Cepat dengan AI

Mahasiswa UB Kembangkan Teknologi Deteksi Bakteri Lebih Cepat dengan AI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Mahasiswa UB Kembangkan Teknologi Deteksi Bakteri Lebih Cepat dengan AI

Mahasiswa UB Kembangkan Teknologi Deteksi Bakteri Lebih Cepat dengan AI

July 15, 2026
AI Bisa Jadi Teman Belajar, Asal Guru Tahu Cara Memanfaatkannya

AI Bisa Jadi Teman Belajar, Asal Guru Tahu Cara Memanfaatkannya

July 15, 2026
Ruwatan Wayang Kunjarakarna Hidupkan Kembali Spirit Candi Jago di Desa Budaya Tumpang

Ruwatan Wayang Kunjarakarna Hidupkan Kembali Spirit Candi Jago di Desa Budaya Tumpang

July 15, 2026
Pemerintah Respons Penilaian IMF dan S&P: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Pemerintah Respons Penilaian IMF dan S&P: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

July 15, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025