Kanal24, Malang – Mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas tidak cukup hanya dengan memberikan modal. Sarana usaha yang layak dan pendampingan berkelanjutan juga menjadi faktor penting agar usaha mampu berkembang. Berangkat dari semangat tersebut, BAZNAS Jawa Timur bersama BAZIS Universitas Brawijaya (UB) menyalurkan bantuan rombong usaha kepada pelaku UMKM melalui Program Rombong UMKM di Gedung Pandhita Majapahit Lantai 1 Universitas Brawijaya, Jumat (17/7/2026).
Program ini tidak hanya menyediakan fasilitas berjualan yang lebih representatif, tetapi juga disertai pendampingan usaha agar para penerima mampu meningkatkan kapasitas bisnis hingga menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri.
Baca juga:
Produk Lokal Bakal Diprioritaskan di E-Commerce
Rombong Usaha Jadi Langkah Awal UMKM Naik Kelas
Ketua BAZIS UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., mengatakan kolaborasi dengan BAZNAS Jawa Timur menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar lingkungan kampus.

Menurutnya, bantuan rombong dirancang untuk memberikan tempat usaha yang lebih layak, higienis, dan mudah dipindahkan sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus produktivitas pelaku usaha.
“Program ini merupakan kolaborasi strategis antara BAZIS UB dan BAZNAS Jawa Timur untuk menguatkan sekaligus mengakselerasi potensi UMKM. Harapannya, mereka memiliki tempat usaha yang lebih layak sehingga usahanya terus berkembang,” ujar Imam.
Ia berharap bantuan tersebut menjadi pijakan awal bagi penerima untuk meningkatkan omzet hingga mampu mengembangkan usahanya ke level yang lebih tinggi.
“Bukan hal yang mustahil mereka naik kelas, dari pedagang yang menggunakan rombong menjadi pelaku usaha yang memiliki outlet sendiri,” tambahnya.
Pendampingan Jadi Kunci Keberlanjutan Usaha
Wakil Ketua III BAZNAS Jawa Timur, Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada penyaluran bantuan fisik. Para penerima juga akan mendapatkan pendampingan agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Menurutnya, proses seleksi penerima dilakukan bersama Universitas Brawijaya dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, potensi usaha, serta kesiapan mengikuti program pembinaan.
“Pendampingan menjadi alat yang sangat penting untuk mewujudkan usaha yang berkelanjutan. Karena itu, BAZNAS Jawa Timur dan Universitas Brawijaya akan terus mendampingi para penerima,” jelas Zakki.
Ia menambahkan, tujuan utama program pemberdayaan ini adalah mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pembayar zakat) melalui peningkatan kemandirian ekonomi.
“Harapan kami, mustahik bisa naik kelas menjadi muzaki. Itulah impian besar yang ingin diwujudkan melalui kolaborasi ini,” katanya.
Penerima Bantuan Optimistis Kembangkan Usaha
Salah satu penerima bantuan, Eka Silvia Dewi, mengaku rombong baru akan membantunya memperluas jangkauan penjualan. Selama ini ia hanya menitipkan dagangan di sekolah-sekolah, namun kini berencana mulai berjualan secara langsung.

“Alhamdulillah sekarang dapat bantuan rombong. Jadi bisa jualan langsung dan tidak harus menitipkan dagangan lagi. Semoga rezekinya semakin lancar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rakhmah Diyah. Ia berharap bantuan tersebut menjadi titik awal untuk mengembangkan usahanya hingga memiliki beberapa cabang di masa mendatang.
“Semoga usaha saya bisa berkembang, semakin maju, bahkan nanti bisa punya beberapa cabang,” katanya.
Melalui Program Rombong UMKM, BAZNAS Jawa Timur dan BAZIS UB berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang mampu meningkatkan kapasitas bisnisnya. Dengan dukungan sarana usaha yang layak serta pendampingan berkelanjutan, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan penerima, tetapi juga melahirkan UMKM yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat. (ern)














