Kanal24, Malang – Murah, sedang viral, dan diklaim mampu membuat wajah glowing dalam hitungan hari. Tiga hal itu masih sering menjadi alasan banyak orang membeli kosmetik tanpa memastikan keasliannya. Padahal, di balik harga yang tampak menguntungkan, kosmetik palsu bisa meninggalkan dampak yang jauh lebih mahal, mulai dari iritasi, alergi, hingga kerusakan kulit yang membutuhkan perawatan dalam waktu lama.
Tren belanja produk kecantikan secara daring memang terus meningkat. Namun, bersamaan dengan itu, peredaran kosmetik ilegal juga masih menjadi perhatian. Produk tanpa izin edar berpotensi tidak memenuhi standar keamanan sehingga masyarakat perlu lebih teliti sebelum membeli. Memilih kosmetik seharusnya tidak hanya berdasarkan harga atau popularitas, tetapi juga memastikan produk tersebut aman digunakan.
Baca juga:
Masih Cuma Keramas? Dokter Ungkap Cara Merawat Rambut agar Tetap Sehat
Bahaya Kosmetik Palsu bagi Kesehatan Kulit

Kosmetik palsu bukan hanya berisiko tidak memberikan hasil sesuai klaim. Dalam berbagai temuan pengawasan, masih ditemukan produk yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat, maupun kortikosteroid yang penggunaannya tidak sesuai ketentuan.
Paparan bahan tersebut dapat memicu iritasi, kulit kemerahan, rasa terbakar, pengelupasan, munculnya flek hitam, hingga kerusakan lapisan kulit jika digunakan secara terus-menerus. Efeknya memang tidak selalu muncul dalam sekali pemakaian, tetapi penggunaan jangka panjang dapat memperburuk kondisi kulit.
Jangan Percaya Klaim Hasil Instan

Produk kosmetik palsu umumnya dipasarkan dengan janji yang terdengar terlalu sempurna. Misalnya, memutihkan wajah hanya dalam beberapa hari, menghilangkan jerawat dalam semalam, atau menghapus flek tanpa proses.
Padahal, regenerasi kulit membutuhkan waktu. Tidak ada produk yang mampu memberikan perubahan drastis dalam waktu singkat tanpa risiko. Karena itu, masyarakat perlu lebih kritis terhadap promosi yang berlebihan, terutama jika hanya mengandalkan testimoni di media sosial tanpa memastikan keamanan produknya.
Selalu Periksa Legalitas Produk

Sebelum membeli kosmetik, pastikan produk telah memiliki nomor izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Nomor tersebut dapat dicek melalui aplikasi atau situs resmi BPOM untuk memastikan produk benar-benar terdaftar.
Selain legalitas, konsumen juga perlu memperhatikan kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, identitas produsen, serta membeli produk melalui toko resmi atau distributor tepercaya. Harga yang jauh di bawah pasaran juga patut diwaspadai karena sering menjadi
Kulit Sehat Dimulai dari Pilihan yang Tepat

Merawat kulit bukan berarti harus mengikuti setiap produk yang sedang viral. Justru, langkah paling penting adalah memilih kosmetik yang aman, legal, dan sesuai dengan kebutuhan kulit.
Di era belanja digital, menjadi konsumen yang cermat sama pentingnya dengan menjalani rutinitas perawatan kulit. Harga murah memang bisa menghemat pengeluaran hari ini, tetapi kerusakan kulit akibat salah memilih produk dapat menimbulkan biaya yang jauh lebih besar di kemudian hari. Pada akhirnya, kulit yang sehat tidak ditentukan oleh produk yang paling viral, melainkan oleh keputusan yang bijak sebelum melakukan pembelian. (ern)













