Kanal24, Malang – Mengoleskan lip balm sudah menjadi kebiasaan banyak orang setiap kali bibir mulai terasa kering. Namun, ketika produk yang seharusnya menjaga kelembapan justru membuat bibir terasa semakin pecah-pecah, muncul pertanyaan: apakah lip balm benar-benar bekerja, atau ada hal lain yang selama ini luput diperhatikan?
Faktanya, bibir yang tetap kering setelah menggunakan lip balm tidak selalu disebabkan oleh produknya. Para ahli menjelaskan kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh kandungan tertentu dalam lip balm, kebiasaan sehari-hari seperti menjilat bibir, hingga faktor lingkungan dan kurangnya cairan tubuh yang membuat kelembapan bibir cepat menghilang.
Baca juga:
Masih Cuma Keramas? Dokter Ungkap Cara Merawat Rambut agar Tetap Sehat
Kandungan Lip Balm Berpengaruh
Tidak semua lip balm memiliki formula yang sama. Sebagian produk hanya memberikan sensasi lembap sementara tanpa mampu mempertahankan kadar air di permukaan bibir. Akibatnya, setelah efek awal menghilang, bibir kembali terasa kering sehingga pengguna merasa perlu mengoleskannya berulang kali.

Selain itu, beberapa lip balm mengandung bahan seperti mentol, kamper, peppermint, eucalyptus, pewangi, atau perasa tambahan yang memberikan sensasi dingin. Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki bibir sensitif, kandungan tersebut justru dapat memicu iritasi ringan, rasa perih, hingga pengelupasan kulit bibir.
Karena itu, ahli menyarankan memilih lip balm dengan kandungan pelembap seperti petrolatum, shea butter, beeswax, ceramide, atau lanolin. Formula sederhana tanpa tambahan pewangi dan perasa juga lebih aman bagi pemilik bibir sensitif.
Kebiasaan yang Memperparah Bibir Kering
Selain produk, kebiasaan sehari-hari juga berperan besar. Menjilat bibir menjadi salah satu penyebab yang paling sering tidak disadari. Air liur memang memberikan rasa lembap sesaat, tetapi ketika menguap justru menghilangkan kelembapan alami bibir sehingga membuatnya semakin kering.
Kurang minum air putih juga membuat tubuh mengalami dehidrasi yang salah satu tandanya terlihat pada bibir pecah-pecah. Paparan sinar matahari maupun udara dingin juga dapat mempercepat hilangnya kelembapan jika bibir tidak mendapat perlindungan yang cukup.
Untuk membantu menjaga kesehatan bibir, penggunaan lip balm sebaiknya dilakukan saat bibir masih sedikit lembap, misalnya setelah mandi atau mencuci wajah. Cara ini membantu mengunci kadar air sehingga bibir tetap lembap lebih lama.
Kenali Kapan Harus ke Dokter
Bibir kering umumnya dapat membaik dengan perubahan kebiasaan dan penggunaan produk yang tepat. Namun, jika keluhan berlangsung selama beberapa minggu, disertai luka, perdarahan, pembengkakan, atau nyeri yang tidak kunjung membaik, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Keluhan yang menetap dapat menjadi tanda adanya gangguan lain, seperti dermatitis kontak, infeksi, kekurangan vitamin, atau penyakit kulit tertentu yang memerlukan penanganan medis.
Pada akhirnya, lip balm bukan penyebab utama bibir menjadi semakin kering. Produk ini tetap efektif selama dipilih sesuai kebutuhan dan digunakan dengan benar. Menjaga tubuh tetap terhidrasi, menghindari kebiasaan menjilat bibir, serta memilih lip balm dengan formula yang tepat merupakan langkah sederhana untuk mempertahankan kesehatan bibir setiap hari.(ffn)













