Kanal24, Malang – Sebanyak 147 karya ilmiah dari berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian, instansi pemerintah, hingga pelaku industri mewarnai Seminar Nasional Teknologi Pertanian Indonesia (STPI) IV 2026 yang digelar Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB), Rabu (5/8/2026). Forum ilmiah ini menjadi ruang bertemunya akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, dan dunia industri untuk memperkuat sinergi riset demi mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Mengusung tema “Sinergi Riset, Pengabdian, dan Teknologi Tepat Guna dalam Inovasi Agroindustri dan Biosistem untuk Mewujudkan Sistem Teknologi Pertanian Berkelanjutan menuju SDGs dan Indonesia Maju,” seminar tahunan tersebut menjadi wadah berbagi gagasan sekaligus memperluas kolaborasi agar hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat mampu memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian.
Baca Juga:
FTAB UB Hibahkan Mesin Produksi Kacang Bawang untuk UMKM
Forum Perkuat Sinergi Riset dan Pengabdian
Ketua Panitia STPI IV 2026, Dr. Dewi Maya Maharani, STP, M.Sc., mengatakan seminar nasional ini merupakan agenda tahunan FTAB UB yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem inovasi teknologi pertanian yang lebih kuat.

Menurutnya, tantangan pembangunan pertanian saat ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, hasil penelitian perlu dihubungkan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta penerapan teknologi tepat guna agar mampu menjawab kebutuhan sektor riil.
“Di tengah tantangan era global dan tuntutan pembangunan berkelanjutan, sinergi antara riset, pengabdian kepada masyarakat, dan penerapan teknologi tepat guna menjadi kunci dalam mewujudkan sistem teknologi pertanian yang unggul dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dewi menjelaskan, tema STPI IV 2026 dipilih untuk menjembatani hasil riset dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan visi Indonesia Maju.
“Kami berharap seminar ini tidak hanya menjadi ruang berbagi hasil penelitian dan pengabdian, tetapi juga menjadi awal dari kolaborasi strategis lintas sektor dalam mendukung keberlanjutan agroindustri dan pertanian nasional yang mandiri dan maju,” katanya.
Peserta Datang dari Berbagai Daerah
Dari 147 abstrak yang diterima panitia, sebanyak 81 merupakan hasil penelitian dan 66 lainnya merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Seluruh karya tersebut berasal dari akademisi, peneliti, perguruan tinggi, lembaga penelitian, instansi pemerintah, hingga pelaku industri dari berbagai daerah di Indonesia.
Seminar ini menghadirkan empat narasumber, yakni Dr. Ir. Anang Lastriyanto, M.Si. dari Universitas Brawijaya, Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, S.TP., M.Eng., Ph.D. dari Universitas Jember, Ahmad Sirojuddin, S.TP. selaku Direktur Operasional PT Tamma Robah Indonesia, serta invited speaker Umi Hanifah, STP, M.T. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Partisipasi dari berbagai institusi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme sekaligus semangat kolaborasi dalam mengembangkan teknologi pertanian yang lebih inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan.
Perkuat Jejaring Inovasi Nasional
Selain menjadi ajang pemaparan hasil penelitian, STPI IV 2026 juga menjadi ruang bertemunya akademisi, peneliti, pemerintah, dan dunia industri untuk membangun jejaring kerja sama. Melalui forum ini, berbagai gagasan diharapkan berkembang menjadi inovasi yang dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
Penyelenggaraan STPI IV 2026 sekaligus menegaskan komitmen FTAB UB dalam mendorong pengembangan agroindustri dan biosistem melalui riset yang aplikatif. Dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu forum, seminar ini menjadi langkah untuk memperkuat kolaborasi sekaligus mempercepat pemanfaatan hasil penelitian bagi pembangunan pertanian Indonesia yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (gal)














