Kanal24, Malang – Inovasi teknologi tepat guna kembali dihadirkan sivitas akademika Universitas Brawijaya untuk mendukung pengembangan usaha mikro. Melalui Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) Tahun 2026, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB menghibahkan mesin produksi kacang bawang yang mengintegrasikan spinner dan mixer kepada UMKM di Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Program yang diketuai Dr. Wike Agustin Prima Dania bersama Prof. Bambang Susilo serta melibatkan 14 mahasiswa lintas disiplin dari tiga departemen di FTAB ini menjadi wujud implementasi tridarma perguruan tinggi melalui inovasi teknologi yang aplikatif untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing usaha pangan lokal.
Baca Juga:
MMD UB Ajak PKK Sidorejo Ciptakan Nugget Lele Bernilai Jual
Berangkat dari Kebutuhan Pelaku UMKM
Dr. Wike menjelaskan bahwa pengembangan alat tersebut berawal dari hasil survei dan wawancara terhadap pelaku UMKM kacang bawang di Kelurahan Klojen yang menunjukkan proses produksi masih dilakukan secara sederhana.
“Berdasarkan hasil survei dan wawancara sebelumnya, proses penirisan minyak setelah penggorengan masih dilakukan secara manual menggunakan kertas merang selama tiga hingga empat jam, sedangkan pencampuran bumbu masih dikerjakan secara manual sehingga kurang homogen. Nah, kondisi tersebut akan menyebabkan proses produksi menjadi kurang efisien serta berpotensi memengaruhi kualitas, kerenyahan, dan daya simpan produk, sehingga kami merancang alat ini sebagai solusi,” paparnya.
Mesin Terintegrasi Tingkatkan Efisiensi Produksi
Alat yang dikembangkan mengintegrasikan dua fungsi utama dalam satu rangka vertikal, yakni spinner untuk mempercepat proses penirisan minyak menggunakan prinsip gaya sentrifugal serta mixer untuk menghasilkan pencampuran bumbu yang lebih merata.

Desain mesin dibuat ringkas dan hemat ruang sehingga sesuai dengan kebutuhan rumah produksi UMKM. Selain mudah dioperasikan, alat ini juga dirancang agar mudah dipindahkan dan dirawat oleh pengguna.
Melalui inovasi tersebut, proses produksi kacang bawang diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan konsisten sehingga mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memberikan nilai tambah bagi UMKM mitra.
Penggunaan mesin terintegrasi ini juga diharapkan dapat mempercepat proses penirisan minyak dan pencampuran bumbu, meningkatkan kapasitas produksi, menghemat waktu proses, menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih seragam, serta memperpanjang umur simpan melalui penurunan kadar minyak yang tersisa pada produk.
Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi tepat guna, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas usaha, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui proses produksi yang lebih higienis dan berkelanjutan.
Kolaborasi Dukung Pemberdayaan UMKM Berkelanjutan
Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) FTAB Universitas Brawijaya menunjukkan bahwa kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM mampu menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan industri pangan skala UMKM.
Ke depan, inovasi mesin produksi kacang bawang ini diharapkan dapat direplikasi pada UMKM lain sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan tagline kelompok, “Mewujudkan Inovasi Pangan Tepat Guna untuk UMKM yang Lebih Efisien, Higienis, dan Berkelanjutan.” (gal)













