Kanal24, Malang – Transformasi digital kini menjadi salah satu kunci agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah perubahan perilaku konsumen. Namun, masih banyak pelaku UMKM di desa yang belum memanfaatkan layanan digital, baik untuk transaksi maupun promosi usaha.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam Program Mahasiswa Berkarya Berdampak (UM BBM) menghadirkan pendampingan digitalisasi bagi pelaku UMKM di Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Melalui program ini, pelaku usaha didampingi memanfaatkan QRIS sebagai sistem pembayaran digital dan Google Maps sebagai media promosi sekaligus penunjuk lokasi usaha.
Baca juga:
Dosen HI UB Bekali Siswa Hadapi Tantangan Global
Digitalisasi Jadi Langkah Awal Tingkatkan Daya Saing UMKM
Kegiatan dilaksanakan dalam pertemuan Dasawisma di Dusun Purworejo Wetan, Dusun Sidorejo, dan Dusun Tambakrejo. Mahasiswa memperkenalkan pentingnya transformasi digital melalui sosialisasi mengenai penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai dan Google Maps sebagai sarana memperluas jangkauan pemasaran.

Penyampaian materi dilakukan menggunakan presentasi yang dilengkapi video tutorial mengenai tahapan pembuatan QRIS serta proses pendaftaran lokasi usaha di Google Maps. Selama kegiatan berlangsung, para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai manfaat, persyaratan, hingga mekanisme penggunaan kedua layanan digital tersebut.
Bagi sebagian pelaku usaha, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama mengenal sistem pembayaran digital dan cara memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan usahanya kepada masyarakat.
Pendampingan Langsung Sesuai Kebutuhan Pelaku Usaha
Tidak berhenti pada sosialisasi, mahasiswa UM BBM juga memberikan pendampingan secara langsung kepada setiap pelaku UMKM sesuai kondisi usahanya.

Pelaku usaha yang belum memiliki QRIS didampingi mulai dari proses pendaftaran hingga pengajuan. Sementara pelaku usaha yang telah menggunakan QRIS tetapi belum memiliki titik lokasi usaha di Google Maps dibantu membuat sekaligus melengkapi profil usahanya. Sebaliknya, peserta yang sudah memiliki lokasi usaha di Google Maps namun belum menggunakan QRIS juga memperoleh pendampingan dalam proses pendaftaran layanan pembayaran digital tersebut.
Pada setiap pelaksanaan kegiatan di masing-masing dusun, sedikitnya satu hingga dua pelaku UMKM memperoleh pendampingan secara langsung. Pendekatan ini memungkinkan setiap peserta mendapatkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan usahanya sehingga proses digitalisasi berjalan lebih efektif.
Setelah QRIS berhasil diterbitkan, mahasiswa mencetak dan menyerahkan kode pembayaran kepada masing-masing pelaku usaha agar dapat langsung digunakan dalam transaksi. Selain itu, profil usaha di Google Maps juga dioptimalkan dengan melengkapi informasi usaha sehingga lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Dukung Transformasi Digital Desa
Program ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai teknologi digital, tetapi juga mendorong pelaku UMKM untuk mulai menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Pemanfaatan QRIS diharapkan mampu menghadirkan transaksi yang lebih mudah, aman, dan efisien, sedangkan Google Maps menjadi sarana untuk memperluas promosi sekaligus mempermudah masyarakat menemukan lokasi usaha.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi.
Melalui Program Mahasiswa Berkarya Berdampak, mahasiswa Universitas Negeri Malang menunjukkan bahwa transformasi digital tidak selalu dimulai dari teknologi yang rumit. Langkah sederhana seperti membantu pelaku UMKM memiliki QRIS dan memastikan usahanya mudah ditemukan melalui Google Maps menjadi upaya nyata untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing UMKM di era digital. (ern)














