Kanal24, Malang – Memasuki usia lanjut bukan berarti aktivitas harus berhenti. Justru, kebiasaan bergerak secara rutin menjadi salah satu kunci agar lansia tetap sehat, mandiri, dan terhindar dari berbagai penyakit kronis yang kerap muncul seiring bertambahnya usia.
Kesadaran inilah yang ingin ditanamkan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui Program Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Kelompok 2 saat menggelar edukasi bertajuk “Aktivitas Fisik bagi Lansia guna Meningkatkan Produktivitas” di Balai Dusun Purworejo Wetan, Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jumat (7/7/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Posyandu dan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sehingga para lansia dapat memperoleh edukasi sembari menunggu giliran pemeriksaan kesehatan.
Baca juga:
Review Novel 3726 MDPL, Romansa Pendakian Rinjani yang Bikin Baper
Manfaatkan Posyandu sebagai Ruang Edukasi Kesehatan
Alih-alih membiarkan peserta menunggu tanpa aktivitas, mahasiswa memanfaatkan waktu tersebut untuk memberikan edukasi kesehatan secara interaktif. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan suasana yang komunikatif agar mudah dipahami oleh para lansia.

Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa menjaga kebugaran tidak harus dilakukan dengan aktivitas yang berat. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan dan kualitas hidup di usia lanjut. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa UM BBM dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok lansia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan.
Aktivitas Ringan, Manfaat Besar bagi Kesehatan Lansia
Dalam sesi edukasi, mahasiswa menjelaskan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin mampu membantu mengendalikan berbagai penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, hingga obesitas. Selain menjaga tekanan darah dan kadar gula darah tetap stabil, aktivitas fisik juga berkontribusi mengurangi stres serta meningkatkan kesehatan mental.
Mahasiswa menekankan bahwa aktivitas fisik tidak selalu identik dengan olahraga berat. Lansia dapat memulai dari kebiasaan sederhana, seperti berjalan kaki selama 10–20 menit, melakukan peregangan ringan pada pagi hari, mengikuti senam lansia, berkebun, menyapu halaman, maupun mengerjakan pekerjaan rumah tangga ringan.
Seluruh aktivitas tersebut dianjurkan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing agar manfaat yang diperoleh optimal sekaligus meminimalkan risiko cedera. Dengan tubuh yang tetap bugar, lansia diharapkan mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri dan mempertahankan kualitas hidup yang baik.
Kolaborasi Mahasiswa dan Desa Bangun Budaya Hidup Sehat
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pemerintah desa dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelaksanaan Posyandu. Kepala Desa Purwodadi, M. Purnomo, menilai edukasi tersebut memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik bagi lansia.
“Terima kasih kepada adik-adik Mahasiswa BBM Universitas Negeri Malang yang telah berkolaborasi dan membantu dalam kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat menambah pengetahuan para lansia dan mendorong mereka untuk tetap aktif bergerak agar hidup lebih sehat dan produktif,” ujar Purnomo.
Apresiasi tersebut menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Edukasi sederhana yang diberikan mahasiswa tidak hanya menambah pengetahuan para lansia, tetapi juga mendorong tumbuhnya kebiasaan hidup aktif sebagai langkah preventif menjaga kesehatan.
Melalui program ini, mahasiswa UM BBM menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui pembangunan fisik. Menumbuhkan kesadaran untuk mulai bergerak, menjaga kebugaran, dan menerapkan pola hidup sehat merupakan investasi jangka panjang yang dapat membantu lansia menjalani masa tua secara lebih sehat, mandiri, dan produktif. (ern)














